BACA JUGA : Tiga Orang Tewas dan Tujuh Lainnya Luka Akibat Kecelakaan di KM 139 Cipali
Polisi akan bekerja sama dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kapolresta Surakarta, mengatakan, polisi merasa mendapat kehormatan bisa bekerja sama dengan Kokam untuk mengamankan Muktamar Ke-48 itu.
Sementara itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, perlu dilakukan restrukturisasi kepemimpinan pusat Muhammadiyah. ”Selama ini, PP Muhammadiyah lebih tampil sebagai syuriah atau konsultatif, bukan tanfidziyah atau eksekutif,” jelas dia.
Hal itu ia sampaikan di acara Temu Pikir Cendekiawan Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kemarin. Tokoh asal Sumbawa, NTB, itu mengemukakan, banyak anggota PP Muhammadiyah merasa syuriah.
Berwenang menentukan ketetapan, tapi kurang terlibat dalam melaksanakan keputusan dengan menggerakkan unsur pembantu pimpinan, seperti majelis atau lembaga. Din mengusulkan beberapa perubahan.
Yaitu, jumlah anggota PP Muhammadiyah ditambah dari 13 menjadi 19 orang atau lebih. Selain itu, kata dia, cukup sepertiga anggota PP lama yang dipertahankan. Jika jumlah anggota PP 13 orang, cukup 5 orang yang dipertahankan dalam pengurusan yang baru nanti.
”Mereka yang visioner, aktif, dan berkemajuan,” ucap Dien. Dia juga mengusulkan penambahan jabatan wakil ketua umum sebagai konduktor. Kemudian diperkuat kesekjenan yang dibantu para wakil Sekjen dalam menggerakkan pelaksanaan program-program umum persyarikatan.
Din menegaskan, Muhammadiyah membutuhkan kader muda atau setengah tua sebagai darah segar untuk mengisi pos-pos penting. ”Syarat mereka memiliki integritas tinggi, mempunyai intelektualitas memadai, mempunyai kapabilitas mumpuni, dan availabilitas,” tegas Din.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto: Dok.JawaPos.com
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri