Tiga dari lima pemuda tersangka pemerkosaan yakni, AM (20), IM (16) dan RA (16) kini ditahan Satreskrim Polres Bogor, sedangkan dua di antara mereka, A (17) dan FF (19) kini berstatus DPO.
BACA JUGA : Januari-Oktober Tercatat 3.225 Penderita Diabetes di Dinkes Rejang Lebong
“Kasus ini berawal pada Kamis (22/9/2022), tersangka RA mengajak kedua korban berkenalan melalui media sosial, dan mengajak bertemu, setelah itu dibawa ke rumah tersangka A,” ungkap AKBP Iman Imanuddin, Kapolres Bogor kepada wartawan.
Setelah tiba, kata Kapolres, kedua korban disetubuhi oleh tersangka RA dan IM. Usai melampiaskan nafsu bejat, tersangka kemudian mengantar kedua korban untuk kembali ke rumahn mereka.
Merasa belum puas, RA dan IM kemudian menyusun rencana jahatnya bersama tersangka lainnya, A, FF dan AM.Kemudian pada Sabtu (24/9/2022), kedua korban kembali dijemput dan dibawa ke rumah tersangka A. Di sana kedua korban dicekoki minuman keras (miras).
“Kemudian keesokan harinya pada hari Minggu (25/10/2022), kedua korban diberi makan dan dilarang keluar dari kamar oleh tersangka, dan kembali disetubuhi tersangka. Setelah itu kedua korban dibonceng ke arah Cariu dan ditinggal di sana,” papar Iman.
Merasa curiga dengan kondisi anaknya, orang tua korban lalu mendesak korban untuk menceritakan yang terjadi hingga akhirnya orang tua korban melapor ke polisi. Polres Bogor pun segera melakukan penyelidikan dan menangkap para tersangka.
“Para tersangka sering menonton video porno, sehingga terinspirasi atau penasaran dengan adegan-adegan yang ada di film tersebut lalu kemudian mencoba melakukan itu,” ucap Iman mengungkap motif para tersangka.
Polisi mengenakan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 4 ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 4 ayat (2) huruf c dan/atau Pasal 6 huruf c UU 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Ancaman hukuman kepada para tersangka pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.“Kepada orang tua, mari kita sama-sama awasi anak-anak kita di dalam pergaulan terutama di dalam penggunaan smarphone.”pungkas Iman.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Bogor
Editor : Safitri