Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hidup Sebatang Kara, Tewas Membusuk Setelah Lima Hari Tak Terlihat

Safitri • Jumat, 28 Oktober 2022 | 21:00 WIB
Jasad Masran senarang penarik becak dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.
Jasad Masran senarang penarik becak dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.
BANJARMASIN-RADARJEMBER.ID - Lima hari tak terlihat, Masran (74) ditemukan sudah tak bernyawa di dalam rumah kontrakannya di Jalan Simpang Belitung Gang Ambon RT 5 Banjarmasin Barat, kemarin (27/10) pagi.

BACA JUGA : Cinta Ditolak, Remaja Asal Kumai Nekat Bunuh Diri Minum Racun Tikus

Tetangganya curiga dengan aroma busuk dari rumah kontrakan penarik becak itu. Ketika dicek, tubuhnya ditemukan terlentang di atas kasur. Wajahnya sudah menghitam. Aroma tak sedap menusuk.

“Saya kira bau apa. Langsung beri kabar ke adik ipar. Lalu dicek ternyata asal bau busuk itu dari jasad kai Masran yang meninggal dunia tak diketahui,” ungkap Murlian (60).Warga pun sontak dibuat geger.

Mereka lalu melapor ke ketua RT. Berikutnya melaporkannya ke Polsek Banjarmasin Barat. “Diperkirakan 3 sampai 4 hari sudah meninggalnya,” ucap Rini (50) tetangga sebelah kanan kontrakan Masran.

Ia sebenarnya sudah curiga dengan aroma busuk yang menyesakkan hidungnya. Rini sepulang bekerja pada pukul 23.00 malam mencium aroma bangkai. Terbesit di pikiran Kai Masran sudah beberapa hari tak terlihat.

“Geritik hati saya kenapa dalam beberapa hari ini tak mendengar suara Kai Masran. Saya pulang malam juga biasa mendengar suara batuk Kai Masran. Tapi, saya tak berpikir sejauh itu karena Kai Masran terkadang tak pulang-pulang.

Kalau pulang juga tak menentu, bisa malam atau dini hari,” ujar Rini.Kai Masran tinggal seorang diri di kontrakan tersebut. Baru sebulan setelah berpindah dari depan gang. Pertemuan dengan tetangga jarang terjadi.

Apalagi Kai Masran sudah pergi sejak subuh. “Beliau usai orang salat Subuh berangkat. Terkadang pulang tak menentu, pastinya selalu malam,” ucapnya. Rini menduga kematiannya murni karena sakit. Apalagi kondisinya juga sudah tua.

Ketua RT 5, Ahmad mengungkapkan banyak warga hanya melihat becaknya saja terparkir di depan gang sebelah. Namun tak mengira jika orangnya sudah meninggal dunia. “Menurut warga sekitar 5 hari becak itu terparkir di situ,” kata Ahmad.

Sosok Masran memang dikenalnya. Di rumah kontrakan memang hanya sendiri. Anak-anaknya ada, tapi tinggal masing-masing. “Saya sering bertemu di dalam gang ini. Kalau bertemu pasti menyempatkan berbicara. “terang Ahmad.

Dia  mengetahui selama ini Masran sakit-sakitan. Terlebih setelah jatuh di jalan saat menarik becak. “Jatuhnya dekat Masjid Sabilal, relawan emergency membantu dia mengantar pulang,” imbuh Ahmad.

Ipda Hendra Agustian Gintingt, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat mengungkapkan keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. “Keterangan keluarga dan warga kondisi Kai Masran memang sedang sakit-sakitan, ditambah memang faktor usia. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Maulana/Jawa Pos Radar Banjarmasin

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Banjarmasin

  Editor : Safitri
#korban meninggal