Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siswa 5 Sekolah Belajar di Rumah, Imbas Pembacokan Pelajar SMKN 7 Jember

Maulana Ijal • Rabu, 5 Oktober 2022 | 23:56 WIB
LENGANG: Kondisi salah satu SMA negeri di Kecamatan Tanggul. Untuk sementara waktu, Cabdindik Jember Lumajang memutuskan siswa belajar di rumah, imbas insiden pembacokan terhadap siswa SMKN 7 Jember.
LENGANG: Kondisi salah satu SMA negeri di Kecamatan Tanggul. Untuk sementara waktu, Cabdindik Jember Lumajang memutuskan siswa belajar di rumah, imbas insiden pembacokan terhadap siswa SMKN 7 Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Imbas pembacokan yang mengakibatkan siswa SMKN 7 Jember luka robek di perut, membuat Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jember Lumajang mengambil keputusan darurat. Kini, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lima sekolah yang berada di tiga kecamatan, Tanggul, Semboro dan Sumberbaru, dilaksanakan secara daring. Siswa tak perlu masuk sekolah dan cukup mengikuti pembelajaran dari rumah.

Keputusan ini diambil karena situasi pascaterjadinya pembacokan itu cukup mengkhawatirkan. Kondisinya masih memanas dan dinilai rentan terjadi kekerasan susulan. Terutama di SMA dan SMK yang siswanya terlibat aksi kekerasan. Sebab, peristiwa yang menimpa F, siswa SMKN 7 Jember, salah seorang pelakunya melibatkan siswa dari sekolah lain, yang ditengarai berasal dari salah satu SMA negeri di Kecamatan Tanggul.

BACA JUGA: Perut Pelajar SMK di Jember Robek Akibat Dibacok, Pelaku Masih Buron

Kasi SMK Cabdindik Pemprov Jatim Wilayah Jember Lumajang M Chotib menjelaskan, kekerasan yang terjadi pada siswa SMKN 7 Jember itu harus ditangani serius. Terutama langkah antisipasi agar tidak sampai terjadi kekerasan susulan. Karena hingga kini situasinya masih memanas. "Kami antisipasi dengan pengalihan aktivitas KBM di lima lembaga. Ini demi keamanan siswa," katanya.

Menurutnya, dari lima lembaga yang diputuskan belajar daring adalah SMAN 1 Tanggul, SMAN 2 Tanggul, SMKN 6 Jember di Kecamatan Tanggul, SMKN 7 Jember di Kecamatan Sumberbaru dan SMKN 8 Jember di Kecamatan Semboro. "Siswa belajar dari rumah. Sedangkan guru tetap masuk ke sekolah seperti biasa," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Rabu (5/10).

Sejauh ini, Cabdindik Jember Lumajang akan terus memantau situasi di lima lembaga tersebut. Bahkan, korban yang saat ini sedang dirawat di RSUD dr Haryoto Lumajang, didampingi langsung oleh Cabdin Jember Lumajang. "Sementara korban belum bisa dimintai keterangan. Kondisinya masih kritis,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Tanggul AKP Miftahul Huda menuturkan, sesaat setelah kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah yang ada di wilayahnya. Baik dengan guru di masing-masing kelas maupun dengan kepala sekolah agar lebih intens mengawasi siswanya. Saat jam pelajaran hingga sepulang sekolah. “Setiap saat anggota juga melakukan patroli perbatasan dengan Semboro dan Sumberbaru untuk mencegah terjadinya aksi susulan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai dan Ahmad Ma’mun

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Headline #Pembacokan