BACA JUGA : Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Level III
Menurut Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Gatot Sulaeman, penyebab musibah kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik dari salah satu rumah warga.
"Salah satu warga ketika sedang tidur lalu melihat api di bagian tengah, dan sudah membesar," katanya.
Gatot menambahkan, pihaknya mengerahkan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 80 personel untuk memadamkan api tersebut.
"Kami agak kesulitan menjangkau lokasi karena banyak mobil parkir di jalan, kemudian sumber air juga jauh," ucapnya.
Pihaknya, jelas Gatot, berkoordinasi dengan pabrik-pabrik yang berada di sekitar permukiman untuk mendapatkan akses air guna memadamkan api.
Api dapat dilokalisir oleh personel Sudin Gulkarmat Jakarta Timur setelah berjuang selama satu jam memadamkan si jago merah tersebut.
Setelah dilakukan pendinginan, proses pemadaman api dinyatakan selesai pada pukul 07.15 WIB.
Gatot mengatakan tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam musibah kebakaran tersebut. Namun sebanyak 35 kepala keluarga atau sekitar 105 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Tak hanya itu, kerugian materi akibat musibah kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 600 juta. (*)
Editor : Yerri Arintoko Aji
Foto : ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur
Sumber Berita : Antara Editor : Safitri