Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siswa SMPN 12 Jember Bonyok Dikeroyok Pelajar Lain, Ini Dugaan Motifnya

Maulana Ijal • Kamis, 25 Agustus 2022 | 01:17 WIB
CEK KONDISI: Anggota Polsek Kaliwates mendatangi rumah korban. Pelajar SMPN 12 Jember tersebut pingsan akibat dikeroyok kawanan siswa dari SMP lain.
CEK KONDISI: Anggota Polsek Kaliwates mendatangi rumah korban. Pelajar SMPN 12 Jember tersebut pingsan akibat dikeroyok kawanan siswa dari SMP lain.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Baru kemarin pelajar SMKN 2 Jember tewas akibat ditendang temannya, hari ini pelajar SMPN 12 Jember babak belur setelah dihajar oleh kawanan pelajar dari SMP negeri lain.

Ia dikeroyok hingga pingsan sesaat setelah keluar dari sekolahnya di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember. Korban sempat berlari meminta tolong satpam di sekitar sekolahnya.

Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri membenarkan peristiwa kekerasan yang melibatkan pelajar itu. Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 siang, selepas korban mengikuti pelajaran di sekolah.

“Anggota kami sudah mendatangi sekolah dan rumah korban untuk memastikan kondisinya. Kami akan memberi perhatian khusus, karena korban dan terduga pelakunya masih anak-anak,” katanya, Rabu (24/8) sore.

BACA JUGA: Pelajar SMKN 2 Jember Tewas Ditendang Teman Depan Kelas

Kasus ini sempat viral di media sosial. Keluarga korban tidak terima dengan perlakukan kawanan pelajar yang mengeroyok kemenakannya itu. Pihak keluarga memosting foto korban yang tergeletak tak berdaya.

Dia meminta para pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta maaf. Kontan, unggahan tersebut menjadi perhatian warganet. Baru 36 menit diposting, sudah ada 137 komentar.

“Kejadian ini memang sudah viral di media sosial. Kasusnya penganiayaan terhadap salah satu murid SMPN 12 Jember. Selanjutnya, kami mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jember,” tuturnya.

Sebagaimana perkara yang melibatkan anak-anak, maka kasus tersebut akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember. Kendati demikian, sejauh ini belum diketahui apakah keluarga korban sudah melapor atau belum.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, kekerasan pelajar ini dipicu selisih paham karena korban dan pelaku beda perguruan silat. Korban disebut ikut perguruan silat dengan seragam menyerupai Tang Suit, pakaian tradisional khas Tiongkok yang biasa dipakai dalam film kungfu. Sedangkan kawanan pelaku, diduga ikut perguruan silat yang identik dengan seragam serba hitam dan ikat pinggang kain mori. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Polsek Kaliwates untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Headline #Kekerasan Pelajar #Kriminalitas