Ia dikeroyok hingga pingsan sesaat setelah keluar dari sekolahnya di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember. Korban sempat berlari meminta tolong satpam di sekitar sekolahnya.
Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri membenarkan peristiwa kekerasan yang melibatkan pelajar itu. Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 siang, selepas korban mengikuti pelajaran di sekolah.
“Anggota kami sudah mendatangi sekolah dan rumah korban untuk memastikan kondisinya. Kami akan memberi perhatian khusus, karena korban dan terduga pelakunya masih anak-anak,” katanya, Rabu (24/8) sore.
BACA JUGA: Pelajar SMKN 2 Jember Tewas Ditendang Teman Depan Kelas
Kasus ini sempat viral di media sosial. Keluarga korban tidak terima dengan perlakukan kawanan pelajar yang mengeroyok kemenakannya itu. Pihak keluarga memosting foto korban yang tergeletak tak berdaya.
Dia meminta para pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta maaf. Kontan, unggahan tersebut menjadi perhatian warganet. Baru 36 menit diposting, sudah ada 137 komentar.
“Kejadian ini memang sudah viral di media sosial. Kasusnya penganiayaan terhadap salah satu murid SMPN 12 Jember. Selanjutnya, kami mengarahkan keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jember,” tuturnya.
Sebagaimana perkara yang melibatkan anak-anak, maka kasus tersebut akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember. Kendati demikian, sejauh ini belum diketahui apakah keluarga korban sudah melapor atau belum.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, kekerasan pelajar ini dipicu selisih paham karena korban dan pelaku beda perguruan silat. Korban disebut ikut perguruan silat dengan seragam menyerupai Tang Suit, pakaian tradisional khas Tiongkok yang biasa dipakai dalam film kungfu. Sedangkan kawanan pelaku, diduga ikut perguruan silat yang identik dengan seragam serba hitam dan ikat pinggang kain mori. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Polsek Kaliwates untuk Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal