Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Banyak Janda Usia Muda akibat Perkawinan Dini dan Seks Bebas

Safitri • Selasa, 23 Agustus 2022 | 00:17 WIB
Caption Foto : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama GenRe dari beberapa wilayah Indonesia di Hotel The Rich Yogyakarta, Minggu (21/8/2022).   
Caption Foto : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama GenRe dari beberapa wilayah Indonesia di Hotel The Rich Yogyakarta, Minggu (21/8/2022).  
Yogyakarta, RADARJEMBER.ID - Ajakan kepada seluruh remaja di Indonesia untuk mencegah perkawinan dini sekaligus menjauhi seks bebas guna menciptakan penerus bangsa yang unggul dan sehat secara fisik maupun mental, diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Yogyakarta.

BACA JUGA: Babak Pertama Kejuaraan Dunia BWF, Tujuh Wakil Indonesia akan Berlaga

"Menikah harus minimal usia 21 untuk perempuan dan 25 untuk laki-laki. Kenapa demikian? Karena kalau di bawah usia 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, secara fisik, mental dan finansialnya belum siap," katanya.

Ganjar menekankan saat ini kondisi remaja di Indonesia memprihatinkan karena banyak ditemukannya 'JUS' atau Janda Usia Sekolah. Banyak anak ditemukan sudah menikah saat usianya yang masih sangat muda, namun belum siap secara fisik maupun mental menjadi orang tua.

Penyebab dari banyaknya 'JUS' adalah karena adanya faktor ekonomi serta sosial dan budaya di Indonesia yang beranggapan bahwa usia setelah lulus sekolah merupakan saat yang tepat untuk menikahkan anak-anaknya.

Padahal, pernikahan harus direncanakan dan melalui lima transisi kehidupan yang sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi remaja. Hal itu bertujuan supaya dapat menekan angka kematian pada ibu dan bayi yang saat ini masih sangat tinggi.

"Banyak orang tua yang menikahkan anak-anaknya, terutama anak perempuan yang ditakutkan akan menjadi perawan tua. Padahal, seharusnya pernikahan itu direncanakan," ucapnya.

Selain menghindari perkawinan dini dan seks bebas, Ganjar meminta agar remaja Indonesia juga menghindari mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba, minuman beralkohol, dan melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri.

Dengan demikian, para remaja harus menghabiskan usia mudanya untuk hal-hal yang positif dan terus mengasah bakat dalam dirinya masing-masing.

Salah satu cara yang dirinya sebutkan yakni para remaja harus memiliki kesibukan yang diisi dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ikut forum GenRe (Generasi Berencana).

Lewat forum yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu, para remaja bisa mengembangkan potensi diri, habiskan waktu muda dengan berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

"Rangkul teman-teman yang lain untuk mewujudkan remaja Indonesia yang sehat, cerdas dan ceria," ujar Ganjar. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#pernikahan dini #Cerai