Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses pengangkatan truk itu menggunakan alat derek manual, Jumat (19/8). Puluhan warga dan sopir tampak membantu proses evakuasi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut. Kini, antrean kendaraan di jalur Jember-Banyuwangi mulai terurai.
Meski proses pengangkatan memerlukan waktu yang cukup singkat, namun jalur penghubung dua kabupaten tersebut sempat terjadi kemacetan panjang. Karena kecelakaan tunggal ini terjadi pukul 03.00 dini hari. Sedangkan pengangkatan baru selesai sekitar pukul 10.00 atau tujuh jam kemudian.
BACA JUGA: Truk Fuso Terguling, Jalur Gumitir Tersendat Hingga Tujuh Jam
Saat proses evakuasi anggota Polantas Polres Jember dan Polsek Silo juga tampak turun ke lokasi. Mereka mengatur arus lalu lintas agar ketika proses pengangkatan truk pengangkut bahan triplek tersebut tak sampai menyebabkan petaka bagi para pengendara yang melintas.
Kaseri, warga Jalan Kaliserang 71, Desa Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, merupakan sopir truk yang terguling itu. Pria 58 tahun ini mengalami kecelakaan ketika melewati jalur menikung dan menurun, tepatnya di KM 36+800 Desa Sidomulyo. “Penyebabnya karena kondisi jalan yang sempit dan miring,” ujar Aiptu Yudi Triyanto, Kanit Lantas Polsek Silo.
Hanya saja, meski proses evakuasi Fuso terguling selesai pukul 10.00, namun antrean kendaraan baik dari arah Jember maupun Banyuwangi, masih tetap terjadi. Karena petugas memberlakukan dengan sistem buka tutup dan belum normal sepenuhnya.
Sistem buka tutup ini diberlakukan, kata Yudi, karena triplek yang tumpah menutupi hampir separuh jalan. Terlebih, kendaraan yang melintas di jalur Gumitir banyak kendaraan besar dengan muatan berat. “Hingga pukul 13.00 siang tadi masih terjadi antrean, “ pungkas Yudi. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal