BACA JUGA : Seorang Ibu Meninggal Saat Lomba Balap Karung, Ini Penyebabnya
Perilaku pengguna jalan yang menyebalkan ini bisa saja membuat pengemudi lain emosi. Padahal, jika sudah terbawa emosi, konsentrasi mengemudi malah bisa berkurang dan berisiko celaka. Jika tidak bisa mengontrol emosi saat di jalan, bukan hanya merugikan diri sendiri, namun berdampak pada pengendara lain juga.
Seperti kejadian kecelakaan, terkadang penyebabnya hanya karena saling tidak terima dengan pengendara lain saat di jalan. Lantaran tersulut emosi, akhirnya menimbulkan dampak negatif seperti kemacetan. Banyak kerugian yang ditimbulkan.
Suryadi, dosen Psikologi UIN KHAS Jember, mengatakan, untuk menyikapinya, pengemudi harus paham bahwa sesuatu di jalan raya itu tidak ideal. Sebab, mereka sudah lelah terkena terik matahari, sehingga emosi mereka sulit untuk dikontrol. "Jalanan begitu dinamis, yang bisa dilakukan adalah mempertahankan konsentrasi," ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember (14/8).
Kondisi jalan yang ramai diisi orang menjadikannya tidak menentu. Hal yang paling aman dilakukan adalah dengan sabar. Hal ini tujuannya agar bisa lebih tenang menghadapi segala hal di jalan. "Jangan pernah nge-judge dia seperti polisi atau hakim. Salah benar itu bukan domainnya dia. Jadi, jangan dilawan. Kalau orang itu tidak terima, bisa terjadi konflik," imbuhnya.
Suryadi mengingatkan, salah benar seseorang di jalan raya ditentukan oleh hakim. “Sehingga yang harus dipahami adalah sebagai pengemudi ingat terus untuk bisa sampai tujuan dengan selamat dan tanpa konflik,” pungkasnya. (mg6/c2/nur) Editor : Safitri