BACA JUGA : “Tumbal” Dualisme Belum Rampung
Wilda Wahyu, salah satu owner wedding organizer, mengungkapkan, konsep pesta pernikahan di dalam gedung sudah jamak. Konsep ini biasanya dilakukan di ballroom hotel atau gedung tertentu untuk dijadikan tempat acara pernikahan. Konsep ini lebih muda karena cukup banyak gedung bisa digunakan.
Wedding party garden dilakukan di taman. Durasi waktunya tidak terlalu lama. Biasanya waktu dipilih sore menjelang matahari terbenam. Biasanya acara berlangsung hingga malam. Jelas pernikahan out door ini terlihat lebih indah, karena pencahayaan lampu dan tidak heran bila pernikahan ini kini menjadi trend .
Ia menerangkan, di Bojonegoro belum banyak taman bisa dijadikan konsep itu. Namun, ada beberapa hotel di Bojonegoro kini memiliki halaman sehingga bisa dijadikan tempat acara tesebut.Terlebih lagi, bisa menampung tamu tidak sedikit dan tempat ter4sebut menjadi incaran pasangan calon pengantin dari kalangan generasi milenial.
Konsep garden ini juga memiliki kelemahan, terutama di saat cuaca tidak menentu seperti saat ini. Hal itu membuat pasangan pengantin berpikir dua kali menerapkan konsep itu Itu membuat mereka lebih memilih konsep indoor.Namun, konsep garden juga bisa diterapkan di dalam gedung, sehingga tetap bisa berlangsung meski di luar gedung tersebut hujan..
didesain sedemikian rupa agar menyerupai taman. Langit-langitnya dia desain dengan banyak lampu hingga mirip bintang-bintang. ‘’Kalau ini konsep seribu bintang. Jadi, di dalam gedung tapi nuansa outdoor.
Mengenai busana, lanjut Wilda, sebagian besar para mempelai ingin konsep busana modern. Namun, tetap menggunakan adat istiadat dari kedua mempelai. Misalnya adat Jawa, Sunda, atau Dayak.Pasar jasa wedding organizer (WO), menurut Wilda, masih masyarakat urban atau perkotaan. (*)
Editor:Winardyasto
Foto:DAZZLINGPRO EVENT & WO
Sumber Berita: Jawa Pos Radar Bojonegoro Editor : Safitri