alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

“Tumbal” Dualisme Belum Rampung

Kepala MTs Baru Siap Teken Ijazah Asal Siswa Minta Maaf

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWINING, Radar Jember – Belasan siswa MTs NU Albadar masih menjadi “tumbal” akibat dualisme kepala madrasah. Hingga berita ini ditulis, kemarin (17/6), sedikitnya 18 siswa belum mendapatkan ijazah. Apabila hal ini tak kunjung selesai, bisa jadi siswa yang paling dirugikan atas konflik yang sempat terjadi.

BACA JUGA : Gencarkan Vaksin Rubella Usia 9 Bulan Sampai 11 Tahun

Jamak diketahui, belasan siswa MTs Al Badar ini menjadi “tumbal” akibat dualisme kepala sekolah. Bagaimanapun, siswa harus dilindungi agar masa depan mereka tidak terganjal akibat dualisme yang sempat tarik ulur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, mengaku bersedia memberikan tanda tangan kelulusan terhadap 18 siswa yang sempat ikut ujian Kepala MTs NU Albadar lama, Shohibul Qirom. Namun, ada syarat yang diajukan Lukman. Pertama tidak membahayakan dirinya secara hukum. Dan kedua meminta belasan siswa untuk minta maaf atas perlakuannya sejauh ini.

Lukman menerangkan dirinya masih membuka hati untuk meluluskan 18 siswa yang sempat mendukung Qirom. Sebab, sejatinya mereka adalah “tumbal” dari dualisme kepemimpinan di madrasah tersebut. “Asalkan tidak berdampak hukum, saya berani meluluskan mereka, dengan memberi tanda tangan kelulusan,” katanya.

- Advertisement -

KALIWINING, Radar Jember – Belasan siswa MTs NU Albadar masih menjadi “tumbal” akibat dualisme kepala madrasah. Hingga berita ini ditulis, kemarin (17/6), sedikitnya 18 siswa belum mendapatkan ijazah. Apabila hal ini tak kunjung selesai, bisa jadi siswa yang paling dirugikan atas konflik yang sempat terjadi.

BACA JUGA : Gencarkan Vaksin Rubella Usia 9 Bulan Sampai 11 Tahun

Jamak diketahui, belasan siswa MTs Al Badar ini menjadi “tumbal” akibat dualisme kepala sekolah. Bagaimanapun, siswa harus dilindungi agar masa depan mereka tidak terganjal akibat dualisme yang sempat tarik ulur.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, mengaku bersedia memberikan tanda tangan kelulusan terhadap 18 siswa yang sempat ikut ujian Kepala MTs NU Albadar lama, Shohibul Qirom. Namun, ada syarat yang diajukan Lukman. Pertama tidak membahayakan dirinya secara hukum. Dan kedua meminta belasan siswa untuk minta maaf atas perlakuannya sejauh ini.

Lukman menerangkan dirinya masih membuka hati untuk meluluskan 18 siswa yang sempat mendukung Qirom. Sebab, sejatinya mereka adalah “tumbal” dari dualisme kepemimpinan di madrasah tersebut. “Asalkan tidak berdampak hukum, saya berani meluluskan mereka, dengan memberi tanda tangan kelulusan,” katanya.

KALIWINING, Radar Jember – Belasan siswa MTs NU Albadar masih menjadi “tumbal” akibat dualisme kepala madrasah. Hingga berita ini ditulis, kemarin (17/6), sedikitnya 18 siswa belum mendapatkan ijazah. Apabila hal ini tak kunjung selesai, bisa jadi siswa yang paling dirugikan atas konflik yang sempat terjadi.

BACA JUGA : Gencarkan Vaksin Rubella Usia 9 Bulan Sampai 11 Tahun

Jamak diketahui, belasan siswa MTs Al Badar ini menjadi “tumbal” akibat dualisme kepala sekolah. Bagaimanapun, siswa harus dilindungi agar masa depan mereka tidak terganjal akibat dualisme yang sempat tarik ulur.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah, mengaku bersedia memberikan tanda tangan kelulusan terhadap 18 siswa yang sempat ikut ujian Kepala MTs NU Albadar lama, Shohibul Qirom. Namun, ada syarat yang diajukan Lukman. Pertama tidak membahayakan dirinya secara hukum. Dan kedua meminta belasan siswa untuk minta maaf atas perlakuannya sejauh ini.

Lukman menerangkan dirinya masih membuka hati untuk meluluskan 18 siswa yang sempat mendukung Qirom. Sebab, sejatinya mereka adalah “tumbal” dari dualisme kepemimpinan di madrasah tersebut. “Asalkan tidak berdampak hukum, saya berani meluluskan mereka, dengan memberi tanda tangan kelulusan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/