Kasatpol Air Polres Jember Iptu M Na’i menjelaskan, pihaknya mendapat laporan nelayan hilang itu sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan informasi dari rekan korban, nelayan berusia 27 tahun itu tiba-tiba raib dari perahu ketika dalam perjalan pulang menangkap ikan dari perairan Manung, Banyuwangi. “Korban naik perahu Dua Putera bersama tiga orang lainnya. Jadi, perahu itu ditumpangi empat orang,” katanya.
BACA JUGA: Gelombang Laut Tinggi di Jember Diprediksi hingga Akhir Pekan
Selain korban, di perahu itu juga ada Mohan Septianto, Toyib, dan Suladi. Tiga nelayan ini tercatat sebagai warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Mereka berangkat bersama sore sebelumnya dan pulang menjelang Subuh. Namun dalam perjalanan pulang itu, dua orang duduk di depan nakhoda, sedangkan korban duduk di belakangnya.
“Setibanya di perairan Kajang Wuluhan, sekitar pukul 03.00 WIB, korban masih ada. Namun satu jam kemudian, saat sampai di perairan Karang Balae Wuluhan, ternyata korban sudah tidak ada atau hilang,” terang M Na’i.
Mengentahui salah satu nelayannya raib, sang nakhoda dan dua nelayan lain panik. Mereka berusaha mencari keberadaan korban di sekitar perairan tersebut. Namun setelah beberapa jam upaya pencarian tidak membuahkan hasil, sehingga Suladi yang menjadi nakhoda perahu itu, melaporkan kejadian ini ke Satpolairud Polres Jember di Puger. “Sampai saat ini kami masih berupaya melakukan pencarian,” terangnya.
Rencananya, upaya pencarian akan melibatkan relawan. Mereka bakal membantu petugas menyisir sejumlah lokasi selama tujuh hari ke depan. Baik di darat maupun di peraiaran laut selatan Jember. Salah satunya dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kencong. “Siang ini kami sudah siap-siap. Teman-teman lagi loading perlengkapan untuk membantu pencarian korban,” tutur Miskat Widodo, Ketua LPBI NU Kencong. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal