Korban tersebut bernama Salamah usia 70 tahun dan Rumini 28 tahun. Semula, Legiman adik ipar ini merasa tenang ketika kemarin malam mendengar dua orang, nenek dan anak warga Dusun Curahkobokan telah dievakuasi oleh petugas dan relawan. Namun, hingga berganti hari kerabatnya tak kunjung ditemukan.
Keesokan harinya, selepas salat subuh, dia mengajak seluruh kerabatnya untuk mencari kakak ipar dan ponakannya dengan mendatangi rumahnya. Benar saja, sebagian besar rumah terlihat ambruk karena tak kuat menahan abu vulkanik bercampur air.
"Digali pakai cangkul sama adik, kakak, ponakan semuanya lah. Terus tangannya kelihatan dan langsung kami bersihkan dan di bawa ke rumah untuk dimakamkan," katanya.
Menurutnya, Salamah memang tidak sanggup berjalan karena faktor usia. Sedangkan anaknya, Rumini sangat menyayangi ibunya. Diperkirakan anak tersebut tak tega meninggalkan ibunya sendirian. Sehingga keduanya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan. "Suami Rumini dan anaknya selamat, mereka sekarang dirawat di puskesmas," tambahnya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, total jumlah korban yang meninggal dunia terus bertambah. "Untuk siapa-siapanya kami masih melakukan pendataan dan konfirmasi namanya beserta keluarganya," pungkasnya
Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan Editor : Maulana Ijal