"Saya sendirian di jalan mau berangkat kerja, tiba-tiba ada orang laki-laki nggak pakai masker, pakai jaket hitam, nggak pakai helm, nyamperin saya dari samping dan langsung pegang payudara. Saya teriak dan kaget waktu itu," katanya.
SR akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sidomukti Sunardi Hadi agar pelaku segera diburu. Tak lama usai laporan, Sunardi menyampaikan kejadian itu kepada warga sekitar agar waspada, terutama bagi kaum wanita.
Informasi yang disampaikan Sunardi pun mendapat banyak respons, bahkan sebagian warga justru mengakui bahwa sempat mengalami hal serupa. Sunardi akhirnya mengumpulkan para korban pelecehan itu, dan langsung melaporkannya ke Polsek Mayang sekitar pukul 18.00. Hingga menjelang pukul 20.00 WIB usai laporan, terhitung ada 7 orang yang menjadi korban atas pelecehan tersebut.
"Awalnya korban nggak langsung cerita, dia cerita ke temannya yang seorang guru. Dan guru itu laporan ke saya. Setelah saya sebar infonya, agar masyarakat hati-hati, ternyata banyak yang komentar bahwa mereka juga korban. Sehari pagi-pagi saja ada tiga orang yang mengalaminya," ungkap Sunardi kepada Jawa Pos Radar Jember.
Berdasarkan keterangan dari para korban, pelaku merupakan pecinta burung merpati, sebab sempat terlihat pelaku sering membawa sarang burung. Polsek Mayang pun berupaya menangkap pelaku. Sekitar pukul 09.00, anggota Reskrim Polsek Mayang dibantu Resmob Jember melakukan pengintaian dan berhasil meringkus pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution mengimbau kepada para korban untuk jangan malu dan segan melaporkan jika kembali terjadi kejahatan. "Mudah-mudahan dengan ditangkapnya pelaku pelecehan seksual ini, warga Desa Sidomukti khususnya Kecamatan Mayang umumnya. Terutama kaum hawa tidak lagi resah dan trauma atas kejadian ini," ujarnya.
Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Kades Sidomukti for Radar Jember
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Maulana Ijal