Kasatlantas Polres Jember AKP Jimmy Heryanto menjelaskan, sebelum viralnya video balap liar itu, pihaknya telah mengantisipasi dengan menerjunkan sejumlah anggota lantas untuk patroli di beberapa titik JLS. Mendengar ada kejadian balapan liar, petugas seketika ke lokasi itu. Anehnya, padahal beberapa jam sebelumnya lokasi itu sempat disisir petugas patroli.
"Warga terutama anak-anak muda, tidak perlu lagi ada balap liar, sebab membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kami tidak menoleransi balap liar. Bila masih neka, akan kami tindak tegas,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, kemarin, dalam balap liar yang terjadi Minggu (31/1) sore itu, terdapat sedikitnya empat korban laka. Yaitu satu dari joki balap dan warga yang melintas. Beruntung, tak ada korban jiwa, namun keempatnya mengalami luka lecet dan memar.
Kapolsek Puger AKP Ribut Budiyono, Senin (1/2) kemarin, sempat mendatangi para korban, termasuk joki motor yang masih remaja asal Dusun Kalimalang, Mojomulyo, Puger. "Kejadian sebenarnya itu ngetes sepeda motor, karena sepeda motornya bukan spek balap, tapi spek biasa. Cuma pengendaliannya saja kurang karena masih anak-anak," ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin.
Selanjutnya, pihaknya mengaku bakal terus menggiatkan patroli setiap hari untuk mengantisipasi adanya tes motor, balapan liar, atau sejenisnya.
Sementara itu, Jariyati, 26, warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang menjadi korban tes motor itu menyayangkan adanya balap di sekitar JLS. Dirinya mengaku bersyukur nyawanya masih tertolong. Sebab, dalam rekaman video amatir itu, Jariyati terpelanting dari boncengan sepeda motor bersama salah seorang anaknya yang masih berusia empat tahun.
Wanita tersebut mengharapkan agar kejadian serupa kemarin tidak terulang lagi. "Saya mohon masyarakat dan sekitarnya untuk tidak balapan liar lagi. Kalau makan korban lagi kaya saya kemarin gimana," pungkasnya. Editor : Safitri