Seperti yang dialami Asih, warga Dusun Sidomulyo, Desa Umbulrejo. Sejak memasuki bulan Ramadan lalu, dirinya sudah kebanjiran pesanan, baik pakaian pria, wanita, maupun anak-anak. Tak hanya dari Umbulsari saja, namun juga dari kecamatan-kecamatan lain.
Karena dianggap berkah Ramadan, dirinya tetap melayani tawaran jahitan yang terus masuk kepadanya. “Ini nggak boleh ditolak, yang jelas waktu juga ditambah, sehingga harus lembur biar bisa selesai sebelum Lebaran,” ujar Asih.
Asih tak mematok ongkos yang terlalu tinggi kepada pelanggannya. Untuk satu stel baju dan celana pria dikenakan ongkos hingga Rp 100 ribu. Sedangkan untuk baju wanita, dirinya mematok harga sesuai model pakaian yang diinginkan. “Sekarang ya terpaksa lembur, karena banyak yang meminta tolong untuk bisa dipakai pas Lebaran nanti,” imbuhnya. (*) Editor : Radar Digital