Radar Jember – Hari kedua tes pramusim di Sirkuit Buriram menjadi ujian berat bagi sang juara bertahan, Marc Marquez.
Alih-alih mencatatkan waktu terbaik dengan mulus, pembalap berjuluk The Baby Alien ini justru harus berjuang melawan kondisi fisik yang ambruk dan dua insiden kecelakaan di lintasan.
Marquez mengaku mengawali hari dengan kondisi tubuh yang tidak bugar akibat masalah pencernaan.
Kondisi ini berdampak langsung pada fokus dan staminanya di atas motor Ducati Desmosedici.
"Sejak bangun tidur, saya tahu ini akan menjadi hari yang sulit karena masalah perut. Saya memulainya dengan cara terburuk; jatuh di tikungan terakhir pada lap kedua karena menyentuh garis putih yang ternyata sangat licin," ungkap Marquez, dikutip dari laman Motosan.
Kecelakaan Kedua Karena Lengah
Jika kecelakaan pertama disebabkan kondisi trek, insiden kedua murni karena faktor manusia.
Marquez mengakui rasa lelah akibat sakit perut membuatnya kehilangan konsentrasi.
"Jatuh yang kedua adalah kesalahan saya. Saya sangat lelah dan tidak cukup fokus. Beruntung, saat waktu makan siang, energi saya sedikit pulih," tambahnya.
Meski didera masalah, Marquez tetap menjalankan program pengembangan Ducati.
Ia kini tengah menguji transisi antara paket motor tahun 2024 dan 2025 untuk menemukan setelan terbaik yang bisa kompetitif di semua sirkuit.
Sinyal Kontrak Dua Tahun: Kondisi Fisik Jadi Kunci
Di tengah spekulasi durasi kontrak "1+1" yang sempat ramai dibicarakan, Marquez memberikan bocoran baru mengenai masa depannya bersama tim pabrikan asal Italia tersebut.
Ia mengisyaratkan bahwa kontrak standar berdurasi dua tahun bukan lagi masalah, asalkan fisiknya terus membaik.
"Saya belajar satu hal: saat cedera, Anda tidak bisa mengambil keputusan atau menandatangani kontrak apa pun. Prioritas saya adalah memahami kondisi bahu dan tubuh saya. Sejauh ini progresnya bagus. Jika besok saya merasa lebih baik lagi, kontrak dua tahun tidak akan jadi masalah bagi saya," tegas pembalap bernomor 93 itu.
Tebar Ancaman di Menit Akhir
Meski tampil ‘loyo’ hampir sepanjang hari, Marquez menunjukkan mental juaranya di saat-saat terakhir.
Secara mengejutkan, ia berhasil merangsek ke posisi kedua tercepat hanya dalam dua lap terakhir.
Marquez juga mulai memetakan siapa saja rival terberatnya musim ini.
Selain rekan setimnya, Pecco Bagnaia, ia mewaspadai Marco Bezzecchi dan adiknya sendiri, Alex Marquez.
"Alex akan menggunakan motor pabrikan tahun ini, secara teori dia akan jauh lebih kompetitif," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh