Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dall'Igna Akui Kesuksesan Ducati di MotoGP 2025 Tak Sempurna, Sesalkan Tak Bisa Maksimalkan Performa Bagnaia

Imron Hidayatullahh • Senin, 16 Februari 2026 | 10:00 WIB
Bos Ducati, Gigi Dall
Bos Ducati, Gigi Dall

Radar Jember - Musim 2025 menjadi panggung pembuktian dominasi mutlak Ducati di kancah MotoGP.

Mulai dari kemenangan kompetitif bersama Marc Marquez, gelar konstruktor keempat berturut-turut, hingga keberhasilan seluruh pembalapnya mencicipi podium.

Direktur Pelaksana Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menyebut pencapaian ini sebagai catatan sejarah yang sulit dibantah.

Namun, di balik angka-angka fantastis tersebut, sang "profesor" teknik Italia ini tetap menyimpan catatan kritis.

Dominasi yang Tak Celah, tapi Belum Sempurna

Dall'Igna mengakui bahwa beberapa tahun terakhir adalah masa keemasan bagi Borgo Panigale.

Statistik berbicara: empat gelar konstruktor diraih dengan tiga pembalap berbeda.

"Ini jelas tahun yang luar biasa. Semua pembalap kami berhasil naik podium, dan empat di antaranya memenangkan balapan," ujarnya, dikutip dari laman Motosan.

Meski begitu, Dall'Igna tidak ingin terbuai euforia. Ia memberikan catatan khusus mengenai performa Pecco Bagnaia.

"Kami tidak mampu menempatkan Pecco dalam kondisi di mana ia bisa tampil maksimal. Terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan, melainkan sesuai kehendak takdir. Tidak ada yang bisa melakukan segalanya dengan sempurna sepanjang waktu," akunya dengan jujur.

Bertahan Tanpa Konsesi: Inovasi di Tengah Keterbatasan

Salah satu aspek yang luput dari perhatian adalah bagaimana Ducati tetap menang meski terkekang aturan regulasi.

Berbeda dengan Aprilia, Honda, dan Yamaha yang menikmati keuntungan pengujian dan pengembangan mesin melalui sistem konsesi, Ducati harus bergerak dengan ruang gerak terbatas.

"Tanpa pengujian bebas dan jatah ban yang lebih sedikit, pengembangan menjadi jauh lebih sulit," jelas Dall'Igna.

Hal ini memaksa Ducati mengambil langkah konservatif pada transisi motor 2024 ke 2025.

"Kami tidak ingin mengambil risiko besar. Motor 2025 praktis berbasis dari model 2024, yang kemudian kami berikan peningkatan bertahap sepanjang tahun. Kami tidak punya tongkat ajaib," katanya.

Transformasi Karier: Dari 2-Tak ke Era Modern

Kesuksesan Dall'Igna saat ini tidak lepas dari rekam jejak panjangnya di dunia balap.

Sebelum membawa Ducati ke puncak, ia adalah otak di balik kejayaan mesin 250cc Aprilia yang legendaris di tahun 90-an.

Namun, ia menyebut pengembangan Aprilia RSV4 di ajang Superbike sebagai titik balik krusial dalam kariernya.

"Itu adalah langkah yang membawa saya masuk ke dunia mesin empat tak dan motorsport modern. Semua motor yang saya kembangkan sebelumnya adalah mesin dua tak, yang sekarang sudah usang," kenangnya.

Dengan kombinasi pengalaman teknis yang matang dan mentalitas kritis, Gigi Dall'Igna sukses mengubah Ducati menjadi kiblat teknologi MotoGP saat ini.

Baginya, setiap kemenangan adalah hasil kerja keras tim, namun setiap kekurangan adalah ruang untuk inovasi selanjutnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#aprilia #Gigi Dall'Igna #Bagnaia #marc marquez #ducati #MotoGP