Radar Jember - Toprak Razgatlioglu mencuri perhatian pada hari pertama tes resmi MotoGP Sepang 2026, Selasa (3/2/2026).
Rookie Yamaha itu terlihat mengaspal tanpa menggunakan sayap belakang (rear wing) di motor Yamaha M1 miliknya.
Juara Dunia World Superbike tiga kali tersebut menjadi rookie paling disorot musim ini setelah meneken kontrak multi-tahun bersama Tim Pramac Yamaha.
Sebelumnya, Toprak sudah menjajal Yamaha V4 dalam tes privat akhir 2025, lalu tampil di hadapan publik pertama kali di Valencia pada November, serta ikut turun dalam tes Shakedown Sepang, pekan lalu.
Pada tes resmi Sepang, Yamaha memperkenalkan paket aerodinamika baru yang cukup agresif sebagai bagian dari pengembangan M1.
Motor Toprak tampak menggunakan fairing depan terbaru, namun tidak dilengkapi winglet belakang seperti kebanyakan motor lain di grid.
Ternyata, absennya sayap belakang bukan karena pilihan teknis murni, melainkan berkaitan dengan regulasi.
Toprak saat ini menjadi pembalap tertinggi di grid MotoGP dengan tinggi badan 185 cm.
Dengan setelan motor yang harus disesuaikan dengan postur tubuhnya, penambahan rear wing berpotensi membuat motornya melanggar batas ketinggian yang diizinkan regulasi MotoGP.
Dalam pasal 2.4.4.7 buku regulasi FIM MotoGP disebutkan bahwa unit jok (seat unit) memiliki batas ketinggian maksimum 150 mm pada bagian vertikal di belakang posisi duduk pembalap.
Batas tersebut mencakup seluruh tonjolan atau komponen tambahan, termasuk perangkat aerodinamika.
Rear wing sendiri pertama kali diperkenalkan Ducati pada MotoGP Inggris 2022 dengan tujuan menambah downforce ke ban belakang.
Sejak saat itu, seluruh pabrikan mengadopsi dan mengembangkan konsep tersebut hingga menjadi bagian penting aerodinamika MotoGP modern.
Menariknya, Toprak sempat menggunakan sayap belakang saat tes musim dingin lalu bersama Yamaha V4.
Namun, kala itu Yamaha masih bereksperimen dengan posisi duduk Toprak, dan pelanggaran batas ketinggian belum dikenai sanksi karena berlangsung dalam sesi pengujian.
Sebagai perbandingan, pembalap tertinggi berikutnya di grid adalah Luca Marini (184 cm) yang tetap menggunakan rear wing pada Honda-nya.
Artinya, Yamaha masih memiliki peluang untuk menemukan solusi teknis agar Toprak bisa kembali memakai sayap belakang seiring berjalannya musim.
Editor : Imron Hidayatullahh