Radar Jember - Bursa pembalap MotoGP untuk musim 2027 mulai menunjukkan dinamika menarik. Hingga 22 Januari, hanya segelintir rider di grid saat ini yang sudah mengantongi kontrak hingga akhir 2027. Menariknya, tak satu pun berasal dari tim pabrikan.
Saat ini, hanya Johann Zarco dan Diogo Moreira yang terikat kontrak bersama LCR Honda hingga 2027, serta Toprak Razgatlioglu yang memegang kesepakatan multi-tahun dengan Pramac.
Artinya, seluruh kursi tim pabrikan praktis masih terbuka lebar menjelang era regulasi baru MotoGP 2027.
Juara dunia bertahan Marc Marquez bahkan menyebutkan bahwa nama-nama besar di bursa rider kemungkinan besar sudah memiliki kesepakatan sebelum seri pembuka musim di Thailand, 1 Maret mendatang.
Berikut deretan rider dengan nilai pasar tertinggi yang diprediksi akan menjadi “pengendali domino” bursa MotoGP 2027.
Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Pembalap MotoGp 2026, Siapa Jagoanmu?
Marc Marquez
Nama teratas di daftar free agent tentu saja Marc Marquez. Sang juara dunia 2025 tampil dominan bersama Ducati dan meraih gelar dunia ketujuhnya, lima tahun setelah cedera lengan parah.
Hampir tak ada keraguan Marquez akan bertahan di Ducati. Laporan Motorsport menyebutkan kesepakatan hingga akhir 2028 sudah tercapai.
Jika benar, keputusan Marquez akan sangat menentukan arah bursa, seperti yang pernah terjadi pada 2024 ketika kepindahannya memicu Jorge Martin hengkang ke Aprilia dan Pramac beralih ke Yamaha.
Pedro Acosta
Meski belum meraih kemenangan di MotoGP, reputasi Pedro Acosta tetap melambung. Paruh kedua musim 2025 bersama KTM membuktikan besarnya dampak yang bisa ia berikan.
Acosta disebut-sebut menjadi kandidat kuat tandem Marquez di Ducati. Jika skenario itu terjadi, dua kursi Ducati pabrikan akan terkunci, sekaligus membuka peluang hengkangnya Pecco Bagnaia dan memberi celah bagi pabrikan lain membajak Fermin Aldeguer.
Fabio Quartararo
Memasuki musim kedelapan bersama Yamaha pada 2026, Fabio Quartararo dinilai sudah terlalu lama menunggu motor kompetitif. Selain gelar 2021, hasil-hasil besarnya minim.
Pada 2025, Quartararo mengoleksi 201 poin, lebih banyak dibanding gabungan tiga rider Yamaha lainnya. Namun, proyek mesin V4 Yamaha baru pada 2026 dianggap tak sejalan dengan ambisi jangka pendek sang rider.
Quartararo dikaitkan dengan Honda, Aprilia, dan Ducati. Jika pindah, salah satu pabrikan akan mendapatkan aset kelas AAA.
Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi menjadi tulang punggung Aprilia setelah meraih tiga kemenangan dan finis ketiga klasemen musim lalu.
CEO Aprilia Massimo Rivola menegaskan Bezzecchi sebagai prioritas perpanjangan kontrak, meski mengakui rival menawarkan “uang besar”.
Kecepatan menantang Marquez dan kontribusinya dalam pengembangan RS-GP membuat Bezzecchi menjadi incaran elite di bursa 2027.
Baca Juga: NGERI! Tim Monster Energy yamaha MotoGP Launching Tim di Jakarta bawa Fabio Quartararo dan Alex RIns
Pecco Bagnaia
Musim 2025 yang buruk—hanya dua kemenangan dan finis kelima klasemen—membuat masa depan Bagnaia di Ducati pabrikan kian dipertanyakan.
Meski demikian, statusnya sebagai juara dunia dua kali tetap bernilai tinggi. Ducati mungkin mempertahankannya melalui kursi tim satelit bergengsi, namun pabrikan lain juga berpotensi melirik dengan harga yang tepat.
Jorge Martin
Cedera panjang dan konflik kontrak dengan Aprilia membuat nilai pasar Jorge Martin sedikit menurun.
Meski masih berstatus juara dunia, absennya di banyak seri 2025 serta operasi lanjutan menjelang musim membuat posisinya di bursa semakin rumit. Honda tetap menjadi opsi potensial jika gagal mendapatkan Acosta.
Fermin Aldeguer
Rookie sensasional Ducati ini meraih kemenangan perdananya di GP Indonesia dan menunjukkan kilatan kecepatan sepanjang musim.
Aldeguer merasa layak mendapatkan motor pabrikan pada 2027, namun Ducati berisiko kehilangan dirinya jika tak menyediakan jalur promosi. Usianya yang baru 20 tahun menjadikannya investasi jangka panjang menarik.
Alex Marquez
Musim 2025 menjadi musim terbaik Alex Marquez sepanjang karier grand prix, termasuk tiga kemenangan dan posisi runner-up klasemen.
Meski kecil peluangnya kembali ke tim pabrikan, performa kuat bersama Gresini membuatnya tetap menarik di mata tim besar. Ia berpeluang tetap di Ducati dengan status kontrak pabrikan.
Luca Marini
Marini tampil konsisten bersama Honda pada 2025 sebagai penghuni sepuluh besar reguler.
Pendekatan analitisnya dalam pengembangan motor disukai Honda, menjadikannya kandidat kuat bertahan. Namun, reputasinya sebagai rider pengembang bisa memancing tawaran dari pabrikan lain.
Maverick Vinales
Bersama KTM Tech3 dan dengan Jorge Lorenzo sebagai pelatih pribadi, Vinales menunjukkan tanda kebangkitan.
Jika Pedro Acosta hengkang, peran Vinales di KTM akan semakin vital. Pengalaman lintas pabrikan membuatnya menarik, meski usia dan reputasi inkonsisten bisa mengurangi daya tariknya.
Editor : Imron Hidayatullahh