Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kata Lorenzo soal Vinales: Ada Foto Dia di Podium Lebih Tinggi dari Marc Marquez meski Setahun Lebih Muda!

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:00 WIB
Marc Marquez dibuntuti Maverick Vinales.
Marc Marquez dibuntuti Maverick Vinales.

Radar Jember - Jorge Lorenzo kembali memperluas pengaruhnya di MotoGP, meski tak lagi sebagai pembalap.

Lima kali juara dunia itu kini memainkan peran penting di balik layar, terlibat langsung dalam pengembangan performa pembalap lewat peran sebagai pelatih, penasihat, sekaligus pengelola proyek pembinaan.

Enam tahun setelah pensiun, nama Lorenzo tetap lekat dengan paddock.

Awalnya ia hadir sebagai analis dan komentator televisi, namun kini melangkah lebih jauh sebagai coach Maverick Vinales dan penggagas proyek JL99 Performance, sebuah inisiatif yang bertujuan membina talenta muda balap motor Spanyol.
“Ini tantangan besar, tapi saya memang suka tantangan yang sulit,” ujar Lorenzo dalam wawancara dengan Cadena SER.

Dari Ingin Menepi, Berakhir Super Sibuk

Usai musim lalu, rencana Lorenzo sebenarnya sederhana: berhenti sejenak dan menjauh dari hiruk-pikuk dunia balap.

Ia bahkan berniat pergi ke Dubai dan benar-benar memutus diri dari agenda profesional.

“Saya bilang ke manajer, saya ke Dubai dan tidak mau tahu apa pun sampai Maret,” ungkapnya.

Namun rencana itu buyar. Lorenzo justru tenggelam dalam berbagai proyek baru.
“Pada akhirnya saya selalu terlibat dalam hal-hal aneh dan proyek yang berat,” katanya sambil tertawa.

Alih-alih beristirahat, Lorenzo menghabiskan dua bulan penuh di Spanyol, bangun pukul enam pagi dan mendampingi Maverick Vinales hingga malam hari.

“Saya benar-benar berada di belakang Maverick dari pagi sampai sore,” ujarnya.

Awal Kerja Sama dengan Vinales

Hubungan profesional Lorenzo dan Viñales tidak terbangun secara instan. Kontak pertama terjadi saat Viñales masih membela Aprilia, tepat setelah kemenangan bersejarah di Austin.

“Dia jadi pembalap pertama yang menang di sana dengan tiga pabrikan berbeda. Saya ucapkan selamat lewat Instagram, lalu kami mulai bicara soal masa depan, tapi saat itu belum terwujud,” kenang Lorenzo.

Situasi berubah setelah Vinales hijrah ke KTM dan sempat mengalami cedera. Kondisi itulah yang akhirnya membuka jalan kerja sama.
“Sebelum Valencia, kontrak sudah kami tanda tangani,” ujarnya.

Bakat Alami, Bukan Sekadar Hasil

Lorenzo menilai Vinales memiliki sesuatu yang sangat istimewa. Namun ia menegaskan perbedaan antara bakat dan hasil.
“Menurut saya, dia punya bakat alami yang sangat besar. Tapi bakat itu tidak selalu sama dengan hasil, dan banyak orang keliru memahami hal ini,” tegasnya.

Sebagai contoh, Lorenzo mengingat kembali foto-foto lama Vinales.
“Ada foto Maverick waktu kecil bersama Marc Marquez, dan dia berdiri lebih tinggi di podium meski usianya dua tahun lebih muda,” ungkap Lorenzo.

Menurut Lorenzo, pencapaian Vinales sejauh ini hanya mungkin diraih dengan bakat luar biasa. Meski begitu, ia yakin puncaknya belum tercapai.
“Dalam hal hasil, saya rasa dia belum mencapai level maksimalnya,” katanya.

Saat ditanya soal peluang Vinales merebut gelar juara dunia, Lorenzo memilih berkaca pada sejarah.

Ia menyinggung Alex Marquez, yang pada 2024 melonjak drastis hingga menjadi penantang serius.
“Satu musim dia tertinggal jauh, musim berikutnya sudah menang balapan dan jadi runner-up,” katanya.

Ia juga menyinggung Sete Gibernau dan Andrea Dovizioso, yang sempat diragukan sebelum tampil kompetitif.

“Untuk menjadi juara, tidak cukup hanya bakat dan kecepatan. Kamu juga harus mengubah pola pikir negatif menjadi positif,” tegas Lorenzo.

Márquez, Ducati, dan Faktor Usia

Lorenzo menolak menganggap dominasi Marc Marquez saat ini sebagai sesuatu yang mutlak. “Setiap musim selalu berbeda,” ujarnya.

Ia juga menyoroti faktor usia dalam persaingan. “Marquez sekarang 32 tahun, Maverick 31, sementara Pedro Acosta baru 21,” katanya.

Menurut Lorenzo, Vinales masih punya ruang besar untuk berkembang.
“Dia belum menjalani satu musim pun yang benar-benar mencerminkan bakatnya. Itulah yang sedang kami poles, dari semua aspek.”

Editor : Imron Hidayatullahh
#maverick vinales #jorge lorenzo #marc marquez #ducati #MotoGP