Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

'Balapan Saya Sudah Hancur!' Aldeguer Bongkar Insiden Keras dengan Miller di Lap 8 Sprint MotoGP Vallencia

Imron Hidayatullahh • Senin, 17 November 2025 | 02:03 WIB

 

Fermin Aldeguer, pembalap tim Gresini Ducati, mengaku tak puas dengan sanksi yang diterima Jack Miller setelah insiden di Sprint Race MotoGP Valencia, Sabtu (15/11).
Fermin Aldeguer, pembalap tim Gresini Ducati, mengaku tak puas dengan sanksi yang diterima Jack Miller setelah insiden di Sprint Race MotoGP Valencia, Sabtu (15/11).

Radar Jember - Fermin Aldeguer datang ke GP Valencia dengan target mengakhiri musim perdananya di MotoGP dengan manis.

Ia sudah memastikan diri sebagai rookie of the year dan meraih kemenangan perdananya di Mandalika.

Namun, akhir pekan di Valencia tidak berjalan sesuai harapan.

Pada sprint race Sabtu pagi (15/11), Aldeguer yang berada di grup tengah bersama Johann Zarco, Jack Miller, dan Brad Binder justru mengalami insiden yang membuatnya merosot tajam.

Sebuah kontak dari Jack Miller (Pramac Yamaha) membuat salah satu winglet depan Ducati-nya patah, sekaligus merusak ritme balapan.

Dalam sesi wawancara pasca-balapan, Aldeguer tak bisa menyembunyikan rasa kesalnya terhadap insiden tersebut.

Aldeguer Kesal, Miller Dihukum tapi Dampaknya Sudah Telanjur Besar

Insiden itu terjadi di lap ke-8, momen ketika Aldeguer seharusnya mulai menyusun serangan.

Kontak dari Miller membuatnya kehilangan winglet dan beberapa posisi berharga.

Steward MotoGP memberi Miller hukuman penurunan tiga posisi.

Namun, karena tidak dijalankan, Miller akhirnya dijatuhi long lap penalty—yang ironisnya hanya membuatnya kehilangan dua posisi.

Aldeguer tidak sepenuhnya puas dengan keputusan tersebut.

“Hari ini saya kena, dan kena banget. Aksinya… ya, sedikit tak pada tempatnya. Direction of Race bertindak cepat, tapi apa gunanya? Balapan saya sudah hancur. Untung saya tidak jatuh dan tidak cedera, tapi ya… rasanya kesal,” ungkap Aldeguer, dikutip dari laman Motosan.

Ia menegaskan bahwa momen itu benar-benar memotong progresnya setelah start yang bagus.

“Saya marah karena start saya bagus. Kita sudah ambil risiko di lap pertama, lalu kejadian begini… ya jelas bikin kesal,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah ia akan berbicara dengan Miller, jawabannya tegas.

“Tidak akan. Dan tidak perlu,” jawabnya.

 Baca Juga: MotoGP Portugal 2025: Akhir Pekan Pahit bagi Bagnaia, Pelajaran Berharga untuk Bulega

Fokus ke Balapan Utama: Target Realistis, Emosi Sudah Disingkirkan

Meski kecewa, Aldeguer mencoba mengalihkan fokus ke balapan utama.

Ia start dari posisi ke-9 dan memasang target realistis untuk penutup musim.

“Saya tidak berharap bisa naik podium. Tapi saya ingin berada di top 5, bertarung di depan. Kuncinya start bagus dan lebih kompetitif di lap-lap awal.”

Aldeguer mengaku kecewa karena belum mampu memaksimalkan ban baru di fase awal balapan.

Feeling-nya kurang bagus. Saya masih belum bisa memanfaatkan ban baru di lap pertama. Itu yang paling mengganggu akhir pekan ini.”

Menurutnya, posisi start menjadi faktor besar. Dengan Ducati, berada di barisan depan membuat peluang podium lebih terbuka.

Namun harus memulai dari baris ketiga membuat segalanya lebih rumit.

“Tiga persepuluh jarak dari yang pertama sebenarnya tidak besar, tapi di sini terasa jauh.”

Fermin berharap bisa mengakhiri musim dengan performa solid di depan publik Valencia.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#prima pramac #Gresini #motogp valencia #jack miller #Fermin Adeguer #ducati #MotoGP