Radar Jember - Pertanyaan besar mulai muncul di paddock: apakah dominasi Ducati mulai goyah?
Melihat hasil beberapa seri terakhir, jawabannya bisa jadi iya.
Sejak Marc Marquez absen akibat cedera di Mandalika, Ducati terlihat kehilangan sebagian kekuatannya.
Hal ini terutama terlihat pada versi motor terbaru.
Sementara, Alex Marquez dengan Desmosedici GP24 justru tampil kompetitif dan beberapa kali mampu finis depan, situasinya berbeda untuk para pengguna Ducati GP25: Pecco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio.
Keduanya kesulitan bersaing di grup depan, terutama pada balapan hari Minggu (9/11/2025).
Pecco bahkan kembali gagal finis akibat terjatuh.
Absennya Marc Marquez terasa bukan hanya karena kehilangan seorang kandidat pemenang, tetapi juga karena tanpa dirinya, Ducati tak lagi tampak mendominasi posisi terdepan.
Di sisi lain, tim-tim rival justru semakin kuat.
Aprilia menikmati momen terbaiknya: kemenangan Marco Bezzecchi (termasuk sprint race di Australia dan Indonesia), serta kemenangan Raul Fernandez di balapan utama.
Honda juga menunjukkan progres besar: Joan Mir naik podium di Jepang dan Malaysia—sebuah angin segar bagi HRC meski masih tergantung pada sistem konsesi.
KTM turut masuk dalam persaingan dengan Pedro Acosta konsisten meraih podium sejak tur Asia hingga Portimao.
Publik kini menunggu kemenangan pertamanya, yang bisa saja datang di Valencia.
Sementara itu, Yamaha terus berusaha keras lewat Fabio Quartararo, tetapi gap performa masih cukup besar.
Hasilnya?
Musim ini menghadirkan lebih banyak variasi pemenang, persaingan yang lebih seimbang, dan beberapa pabrikan kini mampu menandingi Ducati.
Para penggemar mungkin justru merayakan kondisi ini—karena MotoGP kembali terasa lebih hidup dan tidak satu arah.
Editor : Imron Hidayatullahh