Radar Jember – Mantan pembalap sekaligus komentator teknis, Loris Reggiani, kembali memicu kontroversi dengan pernyataannya yang blak-blakan soal para bintang MotoGP musim 2025.
Dalam wawancaranya dengan fanpage.it, Reggiani berbicara tanpa filter mengenai Marc Marquez, Pecco Bagnaia, Alex Marquez, hingga Franco Morbidelli.
Salah satu komentarnya yang paling keras ditujukan langsung kepada Marc Marquez.
“Marc Marquez telah bersikap tidak hormat terhadap MotoGP sebagai seorang pria. Ia seharusnya meminta maaf,” ujar Reggiani tegas, dilansir Radar Jember dari laman Motosan.
Ucapan itu kembali membuka perdebatan lama tentang sikap Marquez di lintasan dan cara dia menangani berbagai momen kontroversial sepanjang kariernya.
Menurut Reggiani, perilaku Marquez kerap melewati batas sportivitas, meski kemampuan membalapnya diakui luar biasa.
“Saya Kecewa, Bagnaia Tak Lagi Jadi Pejuang Seperti Dulu”
Berbicara tentang Francesco “Pecco” Bagnaia, Reggiani menyebut sang juara dunia asal Italia sedang berada dalam fase sulit.
“Saya berharap lebih dari Bagnaia. Masalahnya bukan cuma motor, tapi tekanan internal—terutama dari rekan setimnya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, Bagnaia kini kehilangan kepercayaan diri dan ritme, berbeda dengan musim-musim sebelumnya.
“Dulu dia dikenal sebagai pembalap yang lambat di awal tapi makin kuat seiring musim berjalan. Sekarang justru kebalikannya. Ducati GP25 juga tidak banyak membantunya,” katanya.
Reggiani bahkan menyoroti tajam performa Bagnaia musim ini.
“Masalahnya bukan karena dia tak menang. Dia bahkan jarang finis kedua. Itu yang mengecewakan. Saya benar-benar berharap lebih dari Pecco,” ungkapnya.
Gresini Lebih Hebat dari VR46, Alex Marquez Tampil Impresif
Soal Alex Marquez, Reggiani menilai adik Marc itu tampil solid, meski masih terbantu oleh motor Ducati.
“Alex pantas mendapat pengakuan. Tapi saya pikir musim 2024 lebih seimbang dibanding 2025. Semua pembalap terus berkembang dari balapan ke balapan,” ujarnya.
Ia juga memberi pujian besar kepada tim Gresini Racing, menyebut mereka bahkan melampaui ekspektasi sebagai tim satelit.
“Gresini bekerja lebih baik daripada VR46 yang seharusnya jadi tim satelit utama Ducati. Mereka luar biasa—profesional, disiplin, dan efisien,” pujinya.
Tentang Franco Morbidelli, Reggiani menyoroti performa yang naik turun dan sering kehilangan fokus saat kualifikasi.
“Itu terjadi terlalu sering. Saya tahu Franco orang yang baik, tapi jika hal seperti itu berulang, jelas ada yang salah,” katanya.
Marquez dan Rossi adalah Dua Era yang Tak Terbandingkan
Menutup pembicaraan, Reggiani menilai hanya dua pembalap yang benar-benar mendefinisikan MotoGP modern.
“Dalam sepuluh tahun terakhir, Marquez adalah yang terbaik. Sebelumnya, Valentino Rossi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar publik tidak meremehkan pembalap yang finis di luar posisi depan.
“Jika pembalap ke-20 di MotoGP masih bisa terpaut hanya satu detik per lap, itu bukan kegagalan. Meremehkan mereka sama saja mengurangi nilai para juara,” punkgasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh