Radar Jember – Marc Marquez kembali menjadi korban berita palsu yang beredar di media sosial.
Sebuah unggahan viral mengklaim bahwa Marquez menolak menghadiri acara bernama “Noche del Orgullo de MotoGP” atau “Malam Pride MotoGP”.
Namun, kabar tersebut sepenuhnya palsu.
Unggahan pertama kali muncul di Facebook, lalu menyebar cepat ke platform lain, termasuk X (dulu Twitter), hingga mencapai lebih dari 600 ribu tayangan, 36 ribu like, dan 5 ribu repost.
Banyak warganet yang percaya begitu saja tanpa memeriksa kebenarannya.
Padahal, kenyataannya acara yang disebut “Malam Pride MotoGP” itu tidak pernah ada.
Dalam kalender resmi MotoGP, tidak ada perayaan khusus terkait “Pride” — terlebih bulan perayaan Pride sebenarnya jatuh pada Juni, bukan Oktober.
“Kabar itu jelas bohong. Tidak ada acara seperti itu, dan Marquez tidak pernah menolak menghadiri apa pun,” tulis salah satu akun pemeriksa fakta di Spanyol.
Sayangnya, ini bukan pertama kalinya Marc Marquez terseret berita palsu.
Beberapa minggu sebelumnya, sempat beredar kisah tak masuk akal bahwa Marquez menemukan bayi kembar di tempat sampah dan kemudian merawatnya.
Foto-foto palsu yang disertakan ternyata dihasilkan oleh akal imitasi (AI) — dan banyak orang tetap mempercayainya.
Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya hoax dapat menyebar di dunia digital.
Terutama ketika menyangkut figur publik sepopuler Marc Marquez.
“Berita palsu seperti ini bukan hanya merusak reputasi seseorang, tapi juga menyesatkan publik,” tulis media Spanyol Motociclismo.es dalam laporannya.
Marquez belum memberikan komentar langsung, namun pihak Ducati disebut sudah mengetahui adanya penyebaran informasi palsu tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh