Radar Jember – Ducati baru saja merilis episode terbaru dari seri dokumenter Inside yang menyoroti perjalanan Marc Marquez di Grand Prix Indonesia.
Dalam video tersebut, juara dunia tujuh kali itu menuturkan bagaimana mentalitasnya kini berubah total setelah mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025.
“Pada 2018 atau 2019, ketika saya memenangkan gelar dunia, balapan berikutnya adalah soal bersenang-senang. Tak ada apa pun yang perlu saya takutkan,” ujar Marquez dalam video tersebut.
“Sekarang mentalitas saya benar-benar berbeda. Tujuan utama sudah tercapai. Masih ada lima balapan tersisa, dan saya ingin menutup musim ini sebaik mungkin, tanpa cedera, sambil mulai mempersiapkan tahun 2026. Kalau menang satu kali, bagus. Kalau bisa lima kali, lebih baik. Tapi tanpa tekanan—karena misi utama sudah selesai,” ungkapnya.
Suasana Santai di Mandalika
Video itu juga memperlihatkan sisi santai Marquez di balik layar.
Termasuk momen ia berpose di ranjang hotel bersama trofi juara dunia MotoGP yang sempat ia unggah di media sosial.
Saat tiba di paddock pada Kamis (2/10/2025) jelang MotoGP Indonesia—seri pertama setelah memastikan gelar—suasana di garasi Ducati terlihat penuh tawa dan semangat positif, meski Marquez mengaku masih merasa kelelahan.
Fabio Quartararo, rider tim Yamaha, bahkan sempat menyapanya di area media. Menggoda soal “pesta juara dunia” yang mungkin berlangsung semalam sebelumnya.
Masalah pada Desmosedici
Pada hari Jumat (3/10), video Inside Ducati menampilkan percakapan antara Pecco Bagnaia dengan Gigi Dall’Igna sebelum kembali menyorot Marquez yang mulai merasakan kesulitan di lintasan Mandalika.
Ia mengeluhkan motor Desmosedici yang sulit dikendalikan saat mengerem, terutama pada bagian depan.
“Saya buka gas, saya baik-baik saja, tapi entah kenapa jatuh,” ucapnya setelah sempat terjatuh tanpa cedera serius.
Meski sempat mencoba berbagai setup bersama teknisinya, hasil terbaik yang bisa diraih Marquez pada sesi kualifikasi dan Sprint Race hanyalah posisi keenam.
Namun, ia tetap tenang.
“Saya tahu di mana letak masalahnya. Kami tidak bisa mengerem keras—padahal itu keunggulan kami. Tapi kami juga tidak bisa memaksimalkan akselerasi karena roda belakang sering selip. Di sirkuit seperti ini, kamu harus mengalir dan menjaga kecepatan di tikungan, dan di situlah titik lemah kami,” ungkap Marquez.
Akhir Pekan Berakhir Buruk
Sayangnya, akhir pekan Marquez di Mandalika berubah menjadi mimpi buruk saat insiden dengan Marco Bezzecchi di balapan utama hari Minggu (5/10).
Keduanya tersungkur di tikungan cepat Turn 7 dan gagal melanjutkan lomba.
Marquez langsung dibawa ke pusat medis setelah merasa ada masalah serius di bahu kanannya.
Ia bahkan sempat berkata kepada tim medis bahwa tulangnya pasti bergeser atau patah.
Beberapa jam kemudian, Ducati mengonfirmasi bahwa Marquez mengalami patah tulang di pangkal korakoid dan cedera ligamen di bahu kanan.
Cedera itu memaksanya absen di dua seri berikutnya, Australia dan Malaysia.
Editor : Imron Hidayatullahh