Radar Jember - Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, turut hadir di Misano dan menyoroti dominasi Marc Marquez musim ini.
Menurutnya, keperkasaan Marquez membuat rekan setimnya, Pecco Bagnaia, semakin terpuruk karena tak kunjung menemukan performa terbaik.
“Ketika kamu terus menang, ada tanggung jawab besar kepada para penggemar. Mereka datang untuk melihatmu karena kemenangan membawa kegembiraan. Kalau tidak menang, mereka kecewa. Jadi, meski kamu juara dunia, kalau tidak ikut bersaing di depan, rasanya seperti kalah,” kata Agostini dilansir dari GPOne.
Agostini mengaku sebenarnya sudah memperkirakan Marquez akan kuat musim ini.
Namun, ia kaget dengan betapa besar gap performa antara Marquez dengan Bagnaia.
“Kita tahu siapa Marc, apa yang dia lakukan di masa lalu. Saya pikir dia akan tampil baik, tapi tetap ada beberapa kesulitan. Saya juga kira Bagnaia akan bertarung lebih keras dan memberi tontonan lebih baik, tapi itu tidak terjadi,” ujarnya.
Meski begitu, Agostini menyebut nama lain yang bisa memberi warna seperti Bezzecchi, Morbidelli, hingga Di Giannantonio.
Namun, Marquez menurutnya masih punya “sesuatu yang lebih.”
Bagnaia Kehilangan Determinasi?
Soal apakah dominasi Marquez ini memengaruhi mental Bagnaia, Agostini berkomentar:
“Pikiran adalah hal terpenting, baik di olahraga maupun kehidupan. Tahun ini kita melihat Marquez yang mengganas. Bagnaia justru seperti kehilangan determinasi. Semoga dia bisa menemukannya kembali, karena akan luar biasa melihat dia kembali bersaing di depan,” katanya.
Baca Juga: Valentino Rossi Akan Temui Fans di Jakarta, VR46 Janjikan Kejutan Spesial Jelang MotoGP Mandalika
“Tidak ada nasihat khusus, Pecco orang cerdas. Dia hanya perlu menemukan cara memperbaiki situasinya. Dari catatan waktunya di latihan, saya pikir dia akan bangkit di Misano, tapi saat balapan ada yang tidak beres. Entah pada motor atau pada pikirannya,” tambah Agostini.
Di akhir, Agostini berbagi kisah saat menantang Kenny Roberts di Amerika.
Saat itu ia baru pertama kali balapan di negeri Paman Sam, menggunakan Yamaha bermesin dua tak.
“Roberts bilang Amerika adalah dunia, bukan Eropa, dan karena dia juara Amerika, berarti dia juara dunia. Saya kecewa, tapi saya jawab dengan kemenangan. Setelah itu dia mendekati saya dan berkata: ‘Ago, kamu bukan manusia’,” kenang Agostini.
Editor : Imron Hidayatullahh