Radar Jember - Bos VR46 MotoGP sekaligus sahabat lama Valentino Rossi, Uccio Salucci, melontarkan komentar pedas soal performa Pecco Bagnaia musim ini.
Menurutnya, data Ducati 2025 milik Bagnaia menunjukkan tanda-tanda bahwa sang juara dunia dua kali “sudah kehilangan sedikit motivasi”.
Bagnaia memang menjalani musim terburuknya sejak membela tim pabrikan Ducati.
Jika pada 2024 ia bisa meraih 11 kemenangan, tahun ini ia baru sekali naik podium tertinggi.
Puncak keterpurukannya terlihat di MotoGP Hungaria, ketika ia gagal lolos dari Q1 untuk pertama kali musim ini, tak mendapat poin di sprint race, dan hanya finis kesembilan di balapan utama.
Kini Bagnaia tertinggal 227 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang sedang membara dengan tujuh kemenangan akhir pekan penuh beruntun di Balaton Park.
Meski begitu, Bagnaia sempat menyatakan sedikit lega karena Ducati akhirnya menemukan solusi untuk masalah bagian depan motornya yang menghantui sepanjang musim.
Namun, Salucci justru melihat hal berbeda.
“Saya bicara dengan Pecco setelah sprint. Saya bilang ‘Forza Pecco, ayo bangkit!’. Karena saya lihat datanya, dia tidak mengerem seperti biasanya, tidak berkendara dengan cara yang benar. Seolah-olah motivasi dan rasa percaya dirinya pada motor hilang. Yang pertama, dia harus kembali jadi Pecco Bagnaia, menikmatinya lagi,” katanya, dikutip Radar Jember dari laman Crash.
Salucci menambahkan, ia tidak suka melihat sahabat sekaligus murid Valentino Rossi itu berada dalam kondisi seperti sekarang.
“Dia juara dunia dua kali, pembalap fantastis. Tidak enak rasanya melihat Pecco seperti ini,” tegasnya.
Menurut Salucci, ada alasan logis mengapa Marquez bisa tampil jauh lebih meyakinkan ketimbang Bagnaia dengan motor Ducati GP25.
Ia menilai, Marquez terbiasa dengan Ducati yang lemah di bagian depan sejak menunggangi GP23 tahun lalu.
“Ketika Marquez datang, motor 2025 jelas bukan motornya. Tapi dia sudah terbiasa dengan Ducati 2023 yang sangat sulit dikendalikan. Jadi, ketika pindah ke GP25, dia merasa lebih baik dan langsung melesat makin cepat. Sementara Pecco datang dari GP24, lalu motor 2025 punya masalah berbeda. Itu bisa membuatnya kehilangan feeling,” jelas Uccio.
Salucci juga menyinggung bahwa Fabio Di Giannantonio sempat menghadapi hal serupa di awal musim.
Tetapi, berhasil tenang dan menemukan jalan keluar bersama tim VR46.
Editor : Imron Hidayatullahh