Pedro Acosta Sindir Motor KTM Tak Cukup Tangguh untuk Rebut Gelar MotoGP: Aku Tak Mau Buang-Buang Waktu Lagi!

Imron Hidayatullahh • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:21 WIB
Pedro Acosta mengkritik keputusan steward mengulang start MotoGP Catalunya hingga 3 kali seteleah dua kecelakaan hebat.(IG/37pedroacosta)
Pedro Acosta mengaku habis kesabaran dengan performa motor KTM. (IG/37pedroacosta)

Radar Jember – Kepindahan Pedro Acosta ke tim pabrikan Ducati dipastikan menjadi salah satu perubahan paling krusial pada peta persaingan MotoGP 2027.

Bagi pembalap asal Murcia, Spanyol, tersebut, mengenakan seragam merah Ducati bukan sekadar langkah karier biasa, melainkan keputusan wajib demi ambisinya meraih gelar juara dunia.

Memasuki paruh musim ketiga berkarier di kelas utama MotoGP, Acosta konsisten menjadi pembalap tercepat di skuad KTM.

Setelah menempel ketat Brad Binder di musim debutnya pada 2024, dominasi Acosta atas rekan-rekan setimnya makin tak tertandingi sejak pertengahan 2025.

Baca Juga: Bocoran Direktur Aprilia Soal Gabungnya Pecco Bagnaia di MotoGP 2027 hingga Evaluasi Paruh Musim!

Momen itu terjadi usai Acosta mengubah pendekatan balapnya—fokus memaksimalkan potensi motor alih-alih frustrasi hingga kerap terjatuh karena menyadari performa RC16 belum cukup tangguh untuk perebutan gelar.

Meskipun potensi motor KTM diprediksi masih sulit membawanya ke tahta tertinggi pada musim 2026, Acosta telah mengamankan kontrak lebih awal dengan Ducati.

Kepastian ini membuatnya bisa menjalani sisa musim 2026 dengan tenang, berbekal keyakinan bahwa peta kekuatan akan berubah saat ia membela Ducati musim depan.

Kendati perubahan regulasi untuk musim 2027 membuat segala kemungkinan tetap terbuka, rekam jejak Ducati sebagai patokan utama di MotoGP selama lima musim terakhir menjadi jaminan.

Baca Juga: Jelang Akhir Jeda Musim Panas MotoGP, Valentino Rossi Turun Ke Trek Dampingi Pecco Bagnaia Latihan Malam di Misano

Di atas motor Desmosedici, Acosta berpeluang besar mencapai puncak kariernya di ajang balap motor paling bergengsi ini.

Kondisi tersebut yang akhirnya mendorong pembalap julukan El Tiburon itu mantap meninggalkan KTM—pabrikan yang telah mendukungnya sejak sebelum debut Grand Prix pada 2021 lalu.

"Semuanya mengalir begitu saja," ujar Pedro Acosta di sela gelaran MotoGP Jerman.

"Sejak pertama kali menandatangani kontrak pabrikan bersama KTM, saya selalu menegaskan bahwa satu-satunya hal yang saya inginkan adalah motor yang sanggup memenangi kejuaraan dunia," tegas Acosta.

"Motor itu jelas belum hadir sampai sekarang. Jujur saja, saya sudah tidak punya waktu lagi untuk terbuang sia-sia. Saya mendapatkan banyak pengalaman berharga di KTM, tetapi saya merasa butuh tantangan baru ini untuk karier saya," tambahnya.

Baca Juga: Sinyal Positif dari Misano: Marco Bezzecchi Beberkan Kondisi Cedera Jelang Comback di MotoGP Inggris 2026

Meski memilih hengkang, Acosta tetap optimistis melihat prospek masa depan KTM pada musim 2027, terlebih setelah pabrikan asal Austria itu mengumumkan jajaran pembalap barunya, yakni Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio.

"Mereka mengamankan juara dunia seperti Alex Marquez dan pemain nomor dua Ducati saat ini, Di Giannantonio. KTM punya kartu yang sangat bagus untuk dimainkan musim depan," pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
KTM Factory Racing Ducati Lenovo Pedro Acosta MotoGP