Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siapa Lebih Jago di Mugello? Veda Ega Pratama Andalkan Rekor Juara, Hakim Danish Unggul Jam Terbang

Imron Hidayatullahh • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:31 WIB
Hakim Danish (13), Marco Morelli (97), dan Veda Ega Pratama (9) di Jerez. (Instagram/hakimdanish_13)
Hakim Danish (13), Marco Morelli (97), dan Veda Ega Pratama (9) di Jerez. (Instagram/hakimdanish_13)

Radar Jember – Tensi persaingan di kelas ringan Moto3 2026 dipastikan bakal kembali menyedot perhatian publik saat seri Italia digelar di Sirkuit Mugello, akhir pekan ini.

Sorotan utama tertuju pada perseteruan dua talenta muda terbaik Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish.

Dua pembalap berstatus rookie ini datang dengan modal serta latar belakang berbeda untuk menaklukkan sirkuit yang dikenal brutal dan sarat akan pertarungan taktik slipstream tersebut.

Meskipun sama-sama sedang melakoni musim debut penuh di kejuaraan grand prix dunia, perbedaan rekam jejak di Mugello membuat duel keduanya diprediksi menjadi salah satu jalan cerita paling menarik pada Moto3 Italia 2026.

Baca Juga: Pernah Berjaya di Mugello, Veda Ega Pratama Siap Unjuk Gigi di Seri Ketujuh Moto3 Italia 2026

Veda tiba di Italia sebagai pembalap yang pernah mendominasi total sirkuit ini, sementara Danish membawa keuntungan berupa bekal pengalaman yang lebih panjang di lintasan legendaris tersebut.

Modal Psikologis dan Konsistensi Veda Ega di Mugello

Pembalap muda harapan Indonesia, Veda Ega Pratama, mengantongi motivasi psikologis yang sangat kuat.

Rider andalan Honda Team Asia tersebut sempat tampil luar biasa memukau di Mugello saat masih berlaga di ajang Red Bull Rookies Cup musim 2025.

Baca Juga: Tak Hanya Veda Pratama dan Ramadhipa, Pembalap Muda Tanah Air ini Siap Teruskan Estafet Indonesia di Sirkuit Catalunya

Kala itu, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta ini sukses mencetak kemenangan ganda (double winner) dengan mengamankan podium tertinggi di race 1 dan race 2 sekaligus.

Pada balapan pertama musim lalu, Veda tampil impresif mengalahkan pembalap Spanyol, David Gonzales.

Sementara pada balapan kedua, dominasinya kian sahih setelah memenangkan duel ketat hingga garis finis melawan Hakim Danish. Catatan emas itu membuat Mugello kini sah menjadi salah satu trek favorit Veda.

Jika ditarik lebih ke belakang, performa Veda di sirkuit sepanjang 5,25 kilometer ini terhitung sangat stabil.

Pada Red Bull Rookies Cup 2024, ia berhasil finis di posisi kelima (race 1) dan posisi kedelapan (race 2).

Artinya, dalam empat penampilan terakhirnya di Mugello, pembalap berusia 17 tahun ini tidak pernah terlempar dari zona kompetitif.

Baca Juga: Aksi Comeback Spektakuler di Catalunya Bikin Heboh, Veda Ega Pratama Dikabarkan Dibidik VR46 Milik Valentino Rossi

Adu Pengalaman dan Progresivitas Hakim Danish

Di seberang garasi, Hakim Danish memang tidak memiliki catatan kemenangan sementereng Veda di Mugello, namun rider asal Malaysia tak bisa untuk dipandang sebelah mata.

Pembalap besutan MT-Helmets MSI tersebut justru unggul dalam hal jam terbang. Danish memulai debutnya di Red Bull Rookies Cup satu musim lebih awal dibanding Veda, yang berarti ia sudah enam kali mencicipi aspal Mugello, berbanding Veda yang baru empat kali tampil.

Pada musim debutnya di tahun 2023, Danish sempat gagal finis di race 1 sebelum bangkit mengamankan posisi keenam di race 2.

Pada musim 2024, ia konsisten finis di urutan ketujuh dan keenam. Puncaknya pada musim 2025, Danish akhirnya sukses memijak podium ketiga pada race 2 setelah sempat terseok di posisi ke-13 pada balapan pertama.

Baca Juga: Punya Kenangan Manis Cetak Double Winner, Veda Ega Pratama Siap Unjuk Gigi Lagi di Sirkuit Mugello Italia

Evaluasi Seri Catalunya Jelang Ujian Mental di Italia

Kebangkitan dua rookie ASEAN ini menjadi representasi baru kekuatan Asia Tenggara di ajang balap dunia. Saat ini, Veda tampil sedikit lebih mencolok karena sukses mengamankan poin-poin penting hingga mampu menembus papan atas klasemen Moto3 2026.

Kendati demikian, progres Danish juga tidak kalah impresif. Pada seri Catalunya dua pekan lalu, kedua pembalap ini sama-sama mempertontonkan performa yang sangat kompetitif.

Veda Ega sukses membius penonton di Catalunya lewat aksi comeback gila. Memulai balapan dari grid belakang di posisi ke-20, ia berhasil menyodok maju hingga finis di urutan kedelapan.

Baca Juga: Misi Veda Ega Pratama Ulangi Kejayaan Mugello di Moto3 Italia 2026 Berbekal Rekor Kemenangan Ganda

“Bahkan dengan beberapa kesalahan kecil pada lap terakhir, finis di posisi delapan besar setelah start dari posisi ke-20 sangat bernilai. Ini menjadi motivasi untuk Mugello,” ujar Veda mengevaluasi penampilannya dengan penuh percaya diri.

Di sisi lain, Hakim Danish juga mengusung motivasi tinggi ke Italia. Pada GP Catalunya kemarin, Danish sempat mengejutkan kelompok depan setelah sempat menghuni posisi kedua di zona podium, sebelum akhirnya melintasi garis finis di tempat ketujuh.

“Setelah ini saya harus lebih agresif, terutama ketika berada di grup depan. Baik saat menyalip maupun mempertahankan ritme balapan. Bagaimanapun, ini pengalaman terbaik untuk saya,” tegas Danish mengobarkan semangat barunya.

Baca Juga: Belum Pernah Juara, tapi Veda Ega Pratama Sudah Ungguli Dua Juara Seri di Klasemen Moto3 2026

Kini, Sirkuit Mugello dengan kombinasi trek lurus yang panjang, tikungan cepat, serta titik pengereman ekstrem siap menguji mentalitas kedua rookie tersebut.

Dengan kematangan Veda dalam membaca ritme balapan, peluangnya untuk kembali menembus zona 10 besar atau bahkan merebut podium di Italia terbuka sangat lebar demi memperkokoh posisinya di klasemen sementara Moto3 2026.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#veda pratama pimpin kalsemen rookie #hakim danish #veda ega pratama #veda ega pratama naik podium #moto3