Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kritik Keras Tiga Kali Restart di MotoGP Catalunya, Pedro Acosta Sindir Penyelenggara Malah Menantang Takdir

Imron Hidayatullahh • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:25 WIB
Pedro Acosta mengkritik keputusan steward mengulang start MotoGP Catalunya hingga 3 kali seteleah dua kecelakaan hebat.(IG/37pedroacosta)
Pedro Acosta mengkritik keputusan steward mengulang start MotoGP Catalunya hingga 3 kali seteleah dua kecelakaan hebat.(IG/37pedroacosta)

Radar Jember - Pembalap andalan KTM, Pedro Acosta, tetap memegang teguh pendiriannya pasca-balapan dramatis dan penuh insiden di GP Catalunya 2026.

Berbicara dalam sesi tes resmi di Sirkuit Montmelo, pembalap berjuluk The Shark ini kembali menegaskan bahwa balapan ulang ketiga (third start) seharusnya tidak perlu dilakukan.

Menantang Takdir di Catalunya

Acosta yang meraih pole position namun gagal finis di balapan utama, menilai keputusan penyelenggara melakukan restart hingga tiga kali adalah langkah yang keliru dan berbahaya.

Baca Juga: Kronologi Ban Motor Terbang di Petaka Lap ke-12 MotoGP Catalunya! Berujung Operasi Tulang Alex Marquez

"Tidak perlu ada balapan ketiga. Lap dari balapan kedua saja sudah cukup, tinggal berikan setengah poin. Menggelar balapan ketiga itu sama saja seperti menantang takdir," cetus Acosta dengan nada tegas, dinukil Radar Jember dari laman Motosan.

Skeptis Soal Asosiasi Pembalap: Terhalang Ego

Ketika disinggung mengenai wacana pembentukan asosiasi pembalap MotoGP—mirip dengan GPDA di Formula 1—untuk menyuarakan aspek keselamatan, pembalap asal Murcia, Spanyol, ini justru mengaku skeptis.

Ia ragu para pembalap bisa kompak karena sifat egois yang mendominasi paddock.

"Pfff, tidak, saya tidak kepikiran ke sana. Pembalap baru akan berkumpul kalau ada kejadian besar saja. Kita harus paham bahwa pembalap, meski tampaknya tidak demikian, sebenarnya sangat egosentris. Anda akan selalu mencari kesempatan untuk memukul meja demi kepentingan sendiri," sindir Acosta.

Baca Juga: Kondisi Terkini Alex Marquez Usai Cedera Leher: Tim Dokter Pasang Plat Besi dan Sudah Bisa Rawat Jalan!

Ia memberikan contoh konkret mengenai sulitnya menyatukan suara pembalap di grid saat situasi kritis.

"Ini masalah kekompakan. Seseorang baru akan mogok balapan jika 20 pembalap lainnya juga ikut mogok. Jika seseorang sedang memperebutkan gelar juara dunia—memang bukan kasus saya, tapi katakanlah Marco Bezzecchi—lalu dia tidak mau balapan kemarin karena alasan keamanan, tapi jika ada satu saja rivalnya yang nekat maju ke grid, dia pasti akan terpaksa ikut,” kata Acosta.

“Ini adalah mimpi terbesar dalam hidup Anda, jika yang lain balapan, Anda pasti ikut balapan. Harusnya kami semua, 20 pembalap, kompak dan berkata tidak untuk balapan," tambahnya.

Sindir Solusi Joan Mir Terkait Keamanan Sirkuit

Acosta juga menanggapi sinis ide dari pembalap lain, termasuk Joan Mir, yang mengusulkan agar posisi garis start dimajukan untuk memangkas jarak ke tikungan pertama demi meminimalisasi kecelakaan massal.

Baca Juga: Gendong Tim Sendirian! Bocah Gunungkidul Veda Ega Pratama Sumbang Semua Poin Honda Team Asia di Moto3 2026!

"Solusi yang luar biasa," sindir Acosta.

"Jika posisi start lebih dekat ke tikungan pertama dan Anda telat mengerem, kecelakaan yang sama akan tetap terjadi, baik di sini maupun di Hongaria. Saya rasa itu bukan solusinya," ungkapnya.

Kendati demikian, ia membela fasilitas Sirkuit Barcelona-Catalunya yang dinilainya masih jauh lebih aman dibanding sirkuit lain.

"Di sini setidaknya tribun penonton bisa digeser mundur untuk memperluas area escapitory (ruang penyelamat). Di Jerez contohnya, jika Anda jatuh di tikungan 7 seperti saya di tahun pertama MotoGP, Anda tidak bisa menggeser tribun karena di balik dinding itu sudah ada tikungan terakhir," katanya.

Baca Juga: Bukan Pay Rider! Terbongkar Skema Gaji Kontrak Murni Hakim Danish vs Rahasia Nilai Kontrak Veda Ega di Moto3 2026!

Hasil Minim di Tes Terakhir Mesin 1000cc

Mengenai jalannya tes resmi Catalunya yang terpaksa berakhir lebih cepat karena diguyur hujan, Acosta mengaku tidak menemukan perubahan yang radikal. Fokus KTM saat ini hanya menyempurnakan sisa musim sebelum beralih ke regulasi baru.

"Kami hanya menguji pemetaan mesin (engine maps). Kami tahu tidak akan ada banyak pembaruan karena ini adalah tes terakhir untuk motor berkapasitas 1000cc. Tidak ada kejutan, tidak ada keajaiban. Tapi setidaknya ada beberapa detail kecil yang bisa kami tingkatkan," pungkasnya.

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Alex Marquez crash hebat #Pedro Acosta #catalunya #montmelo #MotoGP