Radar Jember – Balapan MotoGP Catalunya 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada Minggu (17/5/2026) tak hanya penuh insiden. Namun juga penuh drama, mulai dari rentetan crash, red flag berulang, hingga bertabur penalti.
Hasil race pun mengalami perubahan drastis setelah pengawas balapan menerapkan enam penalti pascabendera finis dikibarkan.
Kendati Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) tetap aman di podium pertama, komposisi pemenang di bawahnya berubah total akibat pelanggaran regulasi tekanan ban.
Joan Mir (Honda HRC Castrol) yang awalnya merayakan keberhasilan finis kedua harus menelan pil pahit.
Steward FIM menjatuhkan penalti 16 detik kepada Mir yang membuatnya terlempar dari podium.
Berkah dari sanksi tersebut langsung dirasakan oleh pembalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer, yang otomatis naik ke peringkat kedua, sekaligus mendongkrak posisinya lima peringkat di klasemen sementara.
Sanksi serupa juga menimpa Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia), duo Pramac Racing yakni Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller, serta Alex Rins (Monster Energy Yamaha).
Sementara itu, Ai Ogura (Trackhouse) turut dijatuhi hukuman karena dianggap menjadi pemicu kecelakaan yang melibatkan Pedro Acosta, ditambah dengan pelanggaran tekanan ban rendah.
Rentetan sanksi kompetitor ini membawa Marco Bezzecchi (Aprilia) naik ke posisi keempat setelah melewati drama dua kali start ulang (restart).
Hasil ini memperkokoh posisi Bezzecchi di puncak klasemen dengan keunggulan 15 poin.
Di sisi lain, rival terdekatnya, Jorge Martin, gagal mendulang angka sama sekali usai terlibat tabrakan dengan Raul Fernandez pada lap pembuka.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio yang meraih kemenangan perdananya sejak 2023 kini mulai mengancam di peringkat ketiga dengan selisih 26 poin dari Bezzecchi.
Keberuntungan Pecco Bagnaia dan Klarifikasi FIM
Berbeda dengan para pembalap yang terkena penalti, Francesco "Pecco" Bagnaia justru bernasib mujur.
Pembalap Ducati Lenovo itu sempat ikut diinvestigasi karena masalah tekanan ban depan, namun akhirnya dinyatakan bebas dari hukuman.
Tim pengawas menemukan fakta bahwa menyusutnya tekanan ban pada motor Bagnaia murni disebabkan oleh kendala teknis pada motornya.
Penjelasan lengkap dari steward FIM terkait lolosnya Bagnaia dari sanksi berbunyi: "Direktur teknis memberi tahu selama balapan bahwa tekanan ban depan Bagnaia sedang diselidiki."
Lebih lanjut, FIM memaparkan hasil investigasi mendalam mereka pasca-balapan.
"Setelah menyelesaikan pemeriksaan teknis pasca balapan, tekanan ban sudah benar di awal balapan dan penurunan tekanan selama balapan terbukti disebabkan oleh kebocoran pelek roda. Direktur teknis, bersama dengan pemasok ban resmi, menetapkan bahwa tidak ada pelanggaran peraturan yang terjadi, sesuai dengan Pasal 2.4.4.9 dari peraturan teknis."
Berkat keputusan krusial ini, Bagnaia secara resmi diklasifikasikan berhak menempati podium ketiga.
Hasil tersebut menjadi sangat emosional bagi pabrikan asal Italia itu karena menjadi podium grand prix pertama mereka musim ini, sekaligus mengakhiri masa paceklik podium terpanjang yang dialami tim pabrikan Ducati dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Editor : Imron Hidayatullahh