Radar Jember – Perjalanan Veda Ega Pratama dalam lima seri perdana Moto3 2026 telah melampaui ekspektasi banyak pihak.
Pembalap muda asal Gunungkidul ini tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi telah bertransformasi menjadi kekuatan baru yang disegani di kelas ringan Grand Prix.
Keberhasilannya finis di posisi keempat pada GP Prancis baru-baru ini melengkapi sejumlah catatan manis yang ia torehkan bersama Honda Team Asia.
Berdasarkan statistik resmi hingga seri kelima, Veda resmi menyandang status sebagai rookie terbaik dengan perolehan poin paling masif di antara rekan-rekan debutannya.
Salah satu kunci dominasi Veda adalah konsistensinya yang luar biasa. Dari lima balapan yang telah digelar, ia tercatat selalu mampu mendulang poin penting, dengan satu-satunya noda hanya saat gagal finis (DNF) di Amerika Serikat.
Puncaknya adalah keberhasilan menapaki podium ketiga di GP Brasil, sebuah momen emosional yang sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia.
Kepala kru dan tim teknis Honda Team Asia pun memberikan apresiasi tinggi atas kemampuan adaptasi Veda terhadap motor dan sirkuit-sirkuit menantang di Eropa.
Kemampuannya menjaga ketenangan, termasuk saat melakukan aksi comeback dari posisi ke-14 menuju urutan keempat di Le Mans, membuktikan kematangan mental sang pembalap yang baru akan menginjak usia 17 tahun tersebut.
Baca Juga: Bukan Kuda Hitam Lagi! Veda Ega Pratama Jadi Ancaman Paling Nyata di Papan Atas Moto3 2026
Kini, Veda bertengger kokoh di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan 50 poin.
Ia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu mengacak-acak dominasi pembalap Eropa di jajaran elite dunia.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Veda Ega Pratama telah meletakkan fondasi kuat untuk menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar Rookie of the Year 2026.
Editor : Imron Hidayatullahh