Radar Jember - Marc Marquez melewati sesi Sprint Race yang penuh drama di Sirkuit Jerez, Sabtu (25/4).
Hujan yang turun tiba-tiba mengacaukan strategi banyak pembalap, termasuk sang bintang asal Cervera tersebut.
Meski berakhir dengan hasil positif, Marquez mengakui ada keputusan krusial yang hampir menghancurkan balapannya.
Dikutip dari laman Motosan, Marquez berbicara blak-blakan mengenai kesalahan strateginya yang tidak segera masuk ke pit lane saat hujan mulai deras.
"Hari ini saya merasa dibantu oleh keberuntungan, karena jelas sebuah kesalahan besar tetap bertahan di lintasan satu putaran lebih lama. Prediksi awalnya hanya hujan ringan, bukan hujan deras seperti itu. Saat balapan menyisakan empat putaran, Anda berpikir untuk bertahan, tapi saya justru terjatuh di tikungan yang salah pada saat yang tidak tepat," ungkap Marquez dengan jujur.
Namun, pengalaman berbicara banyak. Alih-alih menyerah setelah terjatuh, Marquez menunjukkan kecerdikannya di lintasan. "Begitu saya tersungkur, saya melihat mesin motor tidak mati. Saat berdiri, saya berpikir: 'Apa yang harus saya lakukan?'. Saya memutuskan menunggu semua pembalap lewat, lalu segera masuk ke box untuk mengganti motor. Itu adalah satu-satunya peluang saya untuk tetap mengincar poin," tambahnya.
Kegigihan tersebut membuahkan hasil. Marquez bahkan tidak menyadari posisinya sampai ia melewati garis finis.
Baca Juga: Terungkap! Marc Marquez Akhirnya Jujur Soal Kondisi Bahunya Jelang Balapan Kandang di MotoGP Spanyol
Momen puncaknya adalah saat ia berhasil menyalip Francesco Bagnaia di putaran-putaran akhir.
"Saya tidak tahu ada di posisi berapa sampai melewati garis finis dan melihat P3. Saya tahu Pecco ada di depan, lalu saya melihat Brad Binder terjatuh. Saya langsung berpikir, sekarang saya di posisi kedua dan berjuang untuk menang. Saya menyalip Pecco segera setelah menjangkaunya karena itu cara terbaik menjaga konsentrasi," jelasnya lagi.
Menatap balapan utama di hari ini, Marquez mencoba tetap membumi.
Ia sadar bahwa kondisi lintasan kering akan memberikan tantangan yang berbeda, terutama melihat kecepatan sang adik, Alex Marquez, serta rival lain seperti Di Giannantonio dan Bezzecchi yang menurutnya selangkah lebih maju.
Marquez juga mengakui bahwa ia belum sepenuhnya bisa membalap dengan gaya yang ia inginkan seperti musim-musim sebelumnya.
"Saya belum bisa membalap dengan kelincahan yang sama seperti tahun lalu. Terkadang dalam olahraga, segalanya terasa mudah, terkadang tidak. Saat Anda merasa kaku di atas m
otor, Anda tidak bisa memainkan berat badan dengan maksimal. Yang terpenting adalah terus bekerja keras untuk membalikkan keadaan," pungkas peraih pole position Jerez tersebut.
Editor : Imron Hidayatullahh