Radar Jember - Jorge Martin tiba di Sirkuit Jerez akhir pekan ini dengan kondisi yang belum sepenuhnya bugar.
Sang juara dunia 2024 ini mengaku masih berjuang dengan proses pemulihan fisik dan adaptasi pada motor Aprilia tunggangannya, sembari memantau ketat pergerakan Marco Bezzecchi dan Marc Marquez.
Masalah Pemulihan: "Cepat Lelah, Sulit Pulih"
Meski secara teknis merasa sudah dekat dengan level balap terbaiknya, Martin mengungkapkan masalah serius pada daya tahan tubuhnya.
Baca Juga: Terungkap! Marc Marquez Akhirnya Jujur Soal Kondisi Bahunya Jelang Balapan Kandang di MotoGP Spanyol
Rasa sakit akibat cedera masa lalu mulai berkurang, namun waktu pemulihan antar-sesi menjadi sangat lama.
"Mustahil tahu pasti berapa persen kondisi saya sekarang. Masalahnya, setelah sesi Jumat, saya kesulitan untuk pulih di hari Sabtu. Saya merasa tidak secepat dulu dalam hal pemulihan fisik, sehingga hari Minggu saya selalu merasa kelelahan," tutur Martin.
Ia berharap karakter sirkuit Jerez yang tidak terlalu menguras fisik dibandingkan Austin atau Buriram bisa membantunya.
Baca Juga: Terpuruk di Awal Musim, CEO Ducati Tagih Kebangkitan Marquez dan Bagnaia di Jerez
Ogah Gegabah demi Hindari Cedera Baru
Menanggapi komentar Marc Marquez yang menyebut Martin sebagai sosok paling pas untuk menghentikan dominasi Bezzecchi, Martin justru memilih merendah.
"Dialah (Marc Marquez, Red) yang sedang mempertahankan gelar, saya di sini hanya memantau dari belakang. Tentu saya ingin memangkas jarak poin, tapi bagi saya, Marco dan Marc adalah favorit di sini. Jika ada peluang menang, saya akan habis-habisan, tapi saya tidak akan memaksakan diri melampaui batas karena saya tidak mau cedera lagi," tegasnya.
Belum Nyaman dengan Aprilia RS-GP
Martin mengakui bahwa ia masih tertinggal satu langkah dibandingkan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dalam hal penguasaan motor.
Ia merasa motornya masih kurang stabil dan lebih sulit dikendalikan.
"Masih ada beberapa komponen yang belum sempat saya coba. Di lintasan, motor saya lebih banyak goyang dibandingkan milik Marco, dan itu membuat saya cepat lelah serta kehilangan waktu. Tes hari Senin nanti akan sangat krusial bagi saya," tambah pembalap asal Spanyol ini.
Lebih Santai Setelah Punya Gelar Juara
Berbeda dengan tahun 2024 yang penuh tekanan, Martin mengaku musim 2026 ini ia lebih bisa menikmati balapan.
Baginya, memiliki satu gelar juara dunia di kantong memberinya ketenangan batin.
"Saya jauh lebih menikmati sekarang. Fakta bahwa saya sudah pernah juara dunia memberikan ketenangan bahwa prestasi itu akan ada selamanya. Setahun lalu, saya menonton balapan lewat iPhone dengan kondisi 14 tulang rusuk patah. Sekarang saya di sini, berkompetisi di Jerez di depan fans sendiri. Saya tidak bisa meminta lebih," pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh