Radar Jember – CEO Ducati Corse, Claudio Domenicali, menaruh harapan besar pada seri pembuka Eropa di MotoGP Spanyol yang akan digelar pada 24-26 April 2026.
Sirkuit Jerez diharapkan menjadi titik balik bagi tim pabrikan asal Italia tersebut setelah mencatatkan hasil minor pada tiga seri pembuka musim ini.
Saat ini, Ducati Lenovo terjebak di posisi keempat klasemen tim, tertinggal dari Aprilia Racing dan Red Bull KTM, dan Trackhouse.
Bahkan di klasemen konstruktor, Ducati terpaut 32 poin dari Aprilia yang tampil dominan.
"Aprilia, khususnya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dan cermat secara teknis, sehingga terjadi peningkatan yang signifikan yang membutuhkan respons dari kami," ujar Domenicali, mengutip Moto.it.
Kondisi Fisik Marquez dan Teka-teki Bagnaia
Domenicali menyoroti performa Marc Marquez yang belum mencapai 100 persen akibat cedera bahu sejak GP Indonesia tahun lalu.
Baca Juga: Marc Marquez Tak Akan Balik ke Honda: Bakal Segera Pensiun dari MotoGP Bersama Ducati?
Ditambah rentetan kesialan seperti pecah ban di Thailand dan penalti di Amerika.
Ia berharap balapan kandang di Jerez mampu memicu motivasi ekstra bagi sang juara dunia sembilan kali tersebut.
Di sisi lain, respons Domenicali terhadap Francesco Bagnaia justru terkesan pasrah.
Bagnaia yang tampil luar biasa di tes musim dingin, kini justru ‘babak belur’ setelah hanya mampu finis di posisi ke-9 dan ke-10 pada dua balapan utama terakhir.
"Saya tidak tahu. Sebenarnya, selama sesi latihan musim dingin, dia tampil luar biasa. Namun, sejak awal musim, performanya agak naik-turun. Kita lihat saja apakah dia bisa kembali mengejutkan kita mulai dari Jerez," pungkasnya.
Dengan kembalinya MotoGP ke sirkuit-sirkuit Eropa yang lebih familier, Ducati dituntut segera menemukan solusi teknis guna memangkas jarak dari Aprilia dan mengembalikan kejayaan tim merah di lintasan.
Editor : Imron Hidayatullahh