Radar Jember – Ketidakpastian mengenai kontrak baru Marc Marquez mulai menimbulkan kekhawatiran bagi Ducati.
Pasar transfer MotoGP saat ini seolah ‘membeku’ karena belum adanya kesepakatan final antara Liberty Media dan tim-tim terkait 'Pacto de la Concordia', yang membuat nasib pembalap berjuluk The Baby Alien itu tertahan.
Ada beberapa faktor yang membuat negosiasi antara Marquez dan pabrikan Borgo Panigale berjalan lambat.
Baca Juga: Semua Pembalap Ingin Balas Dendam kepada Marc Marquez! Begini Ulasan Mengejutkan Pengamat MotoGP
Salah satu yang paling santer dibicarakan adalah permintaan nilai kontrak yang tinggi dari pihak Marquez, sementara Ducati tampaknya mulai berhati-hati dalam pengeluaran finansial mereka.
Selain itu, transisi regulasi mesin 850cc pada tahun 2027 membuat semua pihak masih meraba-raba pabrikan mana yang akan memiliki motor terbaik nantinya.
Awal Musim yang Berat dan Kebangkitan Rival
Performa Marquez di awal musim 2026 ini juga belum mencapai ekspektasi.
Ia masih merasakan dampak dari cedera yang dialaminya di Indonesia pada akhir tahun 2025 lalu. Bahkan di sirkuit favoritnya, Austin, Marquez hanya mampu finis di posisi keempat.
Kondisi ini diperparah dengan performa Aprilia yang kini memimpin klasemen, sebuah faktor yang jelas tidak menguntungkan posisi tawar Marquez maupun dominasi Ducati di lintasan.
Siapa Pengganti Sepadan?
Ducati kini berada dalam posisi sulit. Meski Marquez masih aktif, kondisi fisiknya setelah rentetan cedera selama enam tahun terakhir dan faktor usia bukanlah rahasia lagi.
Ducati sadar bahwa Marquez tidak akan membalap dalam waktu lama seperti Valentino Rossi, sehingga mereka harus segera mencari pengganti yang sepadan.
Masalahnya, mencari pembalap dengan talenta selevel Marc Marquez bukanlah perkara mudah.
Saat ini, opsi realistis Ducati terbatas pada nama-nama seperti Fermin Aldeguer, Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, atau mempertahankan Pecco Bagnaia .
Muncul pula rumor panas mengenai potensi Ducati yang membajak Pedro Acosta dari KTM.
Jika Ducati berhasil menduetkan Acosta dengan Aldeguer, mereka akan memiliki duo yang dianggap sebagai kombinasi paling eksplosif untuk masa depan MotoGP.
Editor : Imron Hidayatullahh