Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Melihat Solidaritas Komunitas Layangan di Jember, Mereka Bisa Kopdar hingga Plesiran Bersama

Radar Digital • Rabu, 5 Juli 2023 | 22:30 WIB

 

 

PUNYA CARA SENDIRI: Komunitas pencinta layangan bermain layang-layang di pesisir Dusun Jadukan, Mojosari, Puger.
PUNYA CARA SENDIRI: Komunitas pencinta layangan bermain layang-layang di pesisir Dusun Jadukan, Mojosari, Puger.

Meski terbilang jadul, namun permainan layang-layang juga masih eksis hingga saat ini. Bahkan peminatnya bukan lagi kalangan anak-anak, tapi juga orang dewasa.

 MAULANA, Mojosari, Radar Jember

SUARA lengkingan panjang sore itu terdengar serentak, memenuhi langit di sekitar Pantai Jadukan, Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Puger, Minggu (2/7). Suara yang dihasilkan dari layang-layang berjenis sowangan itu bahkan terdengar hingga radius 2 kilometer dari lokasi.

Saat itu ada ratusan layang-layang yang diterbangkan oleh warga di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS) Puger.

Uniknya, tak hanya berjenis sowangan, ada banyak jenis dan motif layang-layang lain dari berbagai ukuran, yang semuanya diadu ketangkasannya, menaklukkan angin di pesisir pantai selatan Jember.

Ya, saat itu memang sedang berlangsung acara kopdar pencinta layang-layang. Tak hanya diramaikan oleh warga setempat, berbagai komunitas pencinta layang-layang dari berbagai daerah pun tak ingin ketinggalan meramaikan momen setahun sekali itu. Ada yang berasal dari Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, hingga Situbondo.

Pihak panitia penyelenggara di sana sengaja mengadakan kegiatan tersebut untuk menggeliatkan salah satu permainan tradisional yang hampir punah itu. Mereka beranggapan, kopdar pencinta layang-layang ini bukan sekedar adu ketangkasan menaklukkan angin di langit.

Namun, juga sebagai ajang mencari saudara dan merekatkan silaturahmi. "Kadang pindah dari kota satu ke kota lainnya, dan tiap tahun jumlah peserta semakin banyak," kata Toni, salah satu panitia kegiatan saat itu.

Panitia mencatat, saat itu ada sekitar 200 lebih layang-layang berbagai motif dan ukuran yang diterbangkan peserta. Bahkan tercatat ada salah satu layang-layang berbentuk naga dengan panjang sekitar 80 meter yang harus diterbangkan oleh beberapa orang.

Selain menjadi ajang mencari saudara, pertunjukkan semacam itu juga menarik perhatian ribuan warga setempat hingga para pelaku usaha untuk melapak di sekitar JLS tersebut. Tak hanya digandrungi anak-anak muda, orang-orang dewasa hingga bapak-bapak juga tak mau ketinggalan.

Pihak panitia sepertinya juga sengaja menggelar event semacam itu untuk mendongkrak potensi wisata dan kearifan lokal di sekitar pesisir pantai selatan.

"Antusiasme masyarakat dan peserta juga luar biasa. Semoga ke depan kita bisa kenalkan destinasi wisata Jember lewat hobi permainan layang-layang ini," harapnya.

Saiful Hadi, salah satu peserta kopdar layang-layang asal Banyuwangi, saat itu, mengaku sengaja datang ke agenda kopdar akbar tersebut. Saat itu ia bersama rombongannya membawa dan menerbangkan layang-layang dengan motif daun tembakau.

"Saya ambil tema tembakau karena Jember menjadi daerah yang berjuluk Kota Tembakau," aku pria berusia 34 tahun itu.

Meski harus berangkat jauh dari kabupaten tetangga, Saiful cukup menikmati pertunjukan tersebut. Terlebih, ia merasa banyak mendapat pengalaman dan kenalan baru lantaran mengikuti kopdar tersebut.

Bahkan di akhir acara, rombongannya juga menyempatkan diri mampir untuk menikmati senja sore di pantai sekitar JLS. "Karena lokasi kopdar ini tepat di jalan pinggir laut, dan temanya pas. Jadi, bisa ikut kopdar, menambah saudara, sekaligus berwisata," tukasnya. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Bermain Layangan #Kopdar Komunitas