BACA JUGA : 51 Wartawan Ikuti UKW Jawa Pos
Mereka memadati area Lautan Pasir Kasiah. Momen itu begitu dinanti. Maklum, selama dua tahun pergelaran Eksotika Bromo absen. Acara tersebut terasa spesial, karena bertepatan sasi (bulan) Kasada di penanggalan Tengger dan bulan lahir Pancasila.Hal itu seperti ungkapkan oleh Karyadi, wakil sesepuh masyarakat adat Tengger dan pembina Komunitas Seni Jatiswara.
Dia berharap acara itu bisa menumbuhkan semangat kerja keras dan membangkit kembali perkonomian warga, setelah dua tahun lebih berkecamuk virus Covid-19.Terutama di sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Apalagi acara itu diadakan berdasar prinsip gotong royong antara komunitas dan masyarakat adat Tengger
Reza Fahlevi, Direktur Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memberikan apresiasi untuk seluruh komunitas yang terlibat di Eksotika Bromo 2022. Dia menyatakan, event tersebut masuk salah satu acara budaya unggulan di Jawa Timur. Reza menilai, keberadaan acara seni budaya tahunan itu memberi nilai plus untuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Eksotika Bromo 2022 merupakan hajatan seni budaya tradisional besar pertama pascapandemi. Komunitas seni dari berbagai daerah di Jawa Timur yang tampil di hari pertama merasakan haru. Suyitno, ketua dan pendiri Lancenk Kramat Pamekasan, mengatakan bahwa acara itu adalah momen ’’keluar kandang” pertama buat grup kesenian tersebut.(*)
Editor:Winardyasto
Foto: Puguh Sujatmiko/Jawa Pos
Sumber Berita:jawapos.com Editor : Safitri