Warung milik Edi Mistari ini menjadi salah satu tempat favorit bagi mahasiswa karena menawarkan kuliner simpel dan murah meriah. Yaitu menu lorpong, singkatan dari telor tepong alias telur dan tepung. Telur yang digoreng dengan tepung disajikan lengkap dengan sayur dan sambal, plus tempe dan tahu goreng.
Nevi, salah satu juru masak, mengungkapkan, warung tersebut buka selama 24 jam. Selama kurun waktu itu warungnya hampir tak pernah sepi. Cukup sederhana memang untuk ukuran warung makan. Namun dalam sehari, warung itu mampu memasak hingga 50 kilogram nasi dan 60 kilogram telur. “Malah sebelum korona, mencapai dua kuintal beras sehari semalam,” terangnya.
Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong. Dari menu standar seharga Rp 5 ribu, Rp 6 ribu untuk menu jumbo, dan Rp 7 ribu untuk menu super jumbo.
Kata mereka, para pelanggan, menu warung makan Pak Edi memiliki rasa yang bikin ketagihan. "Cocok di lidah, cocok di kantong juga, utamanya mahasiswa dan anak kos sekitar kota," tambah Fadholi, salah seorang pelanggan.
Jurnalis: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri