Musim Pancaroba Picu Lonjakan ISPA di Lumajang, Pasien Anak Capai 70 Persen

Atieqson Mar Iqbal • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 06:28 WIB
Foto ilustrasi anak terjangkir flu. (diolah dengan AI)
Foto ilustrasi anak terjangkir flu. (diolah dengan AI)

Radar Semeru - Kasus Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami lonjakan signifikan. RSUD dr. Haryoto mencatat jumlah pasien gangguan pernapasan pada September 2026 melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari total 150 pasien yang ditangani sepanjang September, mayoritas didominasi oleh anak-anak dengan proporsi mencapai 70 persen.

Humas Pelayanan Medis RSUD dr. Haryoto Lumajang, Yanna Susanti, mengatakan, peningkatan kasus paling menonjol terlihat pada layanan rawat inap.

Baca Juga: Dampak El Nino dan Cuaca Kering, Produksi Pisang di Lumajang Anjlok Tajam hingga 40 Persen

Pasien umumnya datang dengan keluhan batuk, pilek, hingga sesak napas.

"Pasien rata-rata mengalami gangguan saluran pernapasan atas maupun bawah, termasuk kasus bronkitis akut dan pneumonia," katanya.

Menurutnya, peralihan cuaca atau musim pancaroba dari kemarau menuju musim hujan menjadi faktor utama pemicu lonjakan kasus tersebut.

Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh masyarakat rentan menurun.

"Musim pancaroba membutuhkan imunitas yang baik. Ketika daya adaptasi atau kekebalan tubuh turun, masyarakat jadi lebih mudah terserang virus dan bakteri," jelasnya.

Baca Juga: Atasi Kekeringan 6 Kecamatan, Tanggap Darurat Air Bersih Lumajang Diperpanjang

Menyikapi fenomena ini, pihak RSUD dr. Haryoto mengimbau masyarakat untuk memperketat penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.

"Kami mengimbau warga tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta berolahraga secara teratur untuk menjaga daya tahan tubuh," pungkasnya. (son)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
ISPA meningkat RSUD dr Haryoto Pancaroba Lumajang