Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perluas Akses Pendidikan Anak Miskin Ekstrem, Pemkab Jember Optimalkan Sekolah Rakyat

Maulana RJ
Penulis: Maulana RJ❯
PROGRAM PRIORITAS: Sekolah Rakyat di Jember yang diproyeksikan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan dan mengakomodasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan hak-hak pendidikannya. (MAULANA/RADAR JEMBER)
PROGRAM PRIORITAS: Sekolah Rakyat di Jember yang diproyeksikan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan dan mengakomodasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan hak-hak pendidikannya. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember - Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem serta Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu instrumen utama yang disodorkan yakni mengoptimalkan Program Sekolah Rakyat (SR).

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan sependapat bahwa pemenuhan hak atas pendidikan dasar dan menengah tidak boleh terbentang oleh tembok kemiskinan.

Menurut dia, SR dirancang sebagai langkah konkrit untuk merangkul kembali anak-anak yang terpaksa putus sekolah akibat himpitan ekonomi.

"Pemkab Jember sependapat mengenai pentingnya perluasan jangkauan untuk akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem dan Anak Tidak Sekolah (ATS). Program Sekolah Rakyat dipandang sebagai salah satu instrumen yang dapat mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan," katanya, saat kesempatan Rapat Paripurna RAPBD 2027, di DPRD Jember, (5/10).

Guna menjangkau sasaran anak-anak berada pada desil 1 dan desil 2 Data Terpadu Sektor Ekonomi Nasional (DTSEN) maupun kategori ATS, lanjut dia, Pemkab Jember menerjunkan kerja sama lintas sektor.

Sinergi dijalankan secara intensif antara Dinas Sosial PPPA, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Advertisement

"Pemerintah daerah berjanji akan terus membangun kolaborasi ini agar tidak ada lagi anak di Jember yang kehilangan kesempatan menimba ilmu hanya karena fakror ekonomi," imbuh Gus Fawait.

Penegasan itu merespons sorotan tajam yang dilayangkan anggota dewan, salah satunya datang dari Fraksi Partai NasDem DPRD Jember.

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna RAPBD, (1/10), Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, mendorong pemkab untuk upaya perluasan akses pendidikan ini.

Meski mendukung penuh, ia memberikan catatan kritis agar program tidak melenceng dari sasaran dan mendesak Pemkab memperketat mekanisme evaluasi dan validasi data calon penerima.

"Kami memberikan dukungan penuh atas program Beasiswa Cinta Bergema dan Sekolah Rakyat. Namun demikian, kami meminta agar mekanisme evaluasi diperkuat sehingga penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok miskin ekstrem, anak tidak sekolah, dan masyarakat rentan agar program mulia ini nantinya benar-benar tepat sasaran," tegasnya. (mau/bud)

Advertisement

Artikel Terkait

Hendak Pulang ke Puger Jember, Perahu Nelayan Hancur Dihantam Ombak di Perairan Pandanwangi Lumajang

Hendak Pulang ke Puger Jember, Perahu Nelayan Hancur Dihantam Ombak di Perairan Pandanwangi Lumajang

Perahu tiga nelayan terbalik dihantam ombak besar di perairan selatan Lumajang. Dua nelayan selamat, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian Tim SAR.

Enam Tim Pastikan Tiket 8 Besar, Laga Liga Santri Jawa Timur di Jember Makin Sengit

Enam Tim Pastikan Tiket 8 Besar, Laga Liga Santri Jawa Timur di Jember Makin Sengit

Kompetisi Liga Santri Jatim 2026 di Stadion Notohadinegoro Jember semakin sengit setelah enam pondok pesantren memastikan tiket lolos ke babak perempat final.

Terkendala Data Desil, Bulog Jember Kembalikan 3.668 Paket Bantuan Beras ke Gudang

Terkendala Data Desil, Bulog Jember Kembalikan 3.668 Paket Bantuan Beras ke Gudang

Bulog Jember mencatat realisasi penyaluran bantuan beras mencapai 99,04 persen, sementara 3.668 paket sisa dikembalikan ke gudang akibat perubahan data desil.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer