Radar Semeru - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Cuaca terik yang membuat dedaunan dan ranting mengering diduga memicu kobaran dan menjalar dengan cepat.
Sampai-sampai merusak area bukit sekitar setengah hektare. Lokasi kebakaran ini terletak di tengah hutan. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area produktif warga.
Baca Juga: Update Desil dan DTSEN se-Lumajang, Begini Langkah Selanjutnya
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho menjelaskan, saat ini kobaran ini tampak padam. Namun, pihaknya masih melakukan penelusuran di lapangan. Petugas belum memutus analisis apakah terdapat unsur kelalaian manusia atau faktor murni kondisi cuaca.
“Api padam total pukul 17.15 WIB kemarin. Tidak sampai berdampak ke lahan pertanian maupun pemukiman warga, hanya kawasan hutan seluas setengah hektare,” katanya.
Baca Juga: HEBOH! 3 ASN dan 1 PPPK di Lumajang Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya
Menurutnya, letak titik awal api yang berada di pedalaman vegetasi menguatkan dugaan pemicu alami akibat cuaca ekstrem. Pihaknya terus memantau situasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan kuat karena faktor alam berupa gesekan ranting pohon yang mengering di tengah hutan. Gesekan berulang saat cuaca panas tinggi sangat memungkinkan menimbulkan percikan api,” pungkasnya.
Editor : M. Ainul Budi