Kampung Resik di Kabupaten Lumajang Diikuti Puluhan Desa

Atieqson Mar Iqbal • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:37 WIB
UNJUK: Penampakan kampung yang sedang menjalani penilaian. (IKBAL/RAME)
UNJUK: Penampakan kampung yang sedang menjalani penilaian. (IKBAL/RAME)

 

RADAR JEMBER - Semangat warga Lumajang dalam menjaga keasrian lingkungan makin tinggi. Menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Pemkab Lumajang menggelar lomba kampung resik yang diikuti oleh puluhan desa dan seluruh kelurahan.

Sebanyak 21 desa dan 7 kelurahan yang tersebar di 21 kecamatan siap adu pamer kebersihan dan keindahan wilayah. Ajang dua tahunan yang rutin digelar sejak 2020 ini mengusung tema kampung resik wujudkan asta cita nararya.

Baca Juga: Sehari Kirim 24 Kali Air Bersih, Atasi Kekeringan di Lumajang Selama Musim Kemarau

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Hertutik menjelaskan, tema tersebut sengaja dipilih agar selaras dengan arah pembangunan serta visi-misi Bupati Lumajang dan Wakil Bupati Lumajang dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

Saat ini, kompetisi telah memasuki tahap penilaian lapangan. Tim dewan juri mulai turun langsung ke lokasi peserta pada 3 hingga 5 Agustus 2026 untuk melakukan verifikasi data sekaligus melihat dari dekat kondisi riil di lapangan.

"Penilaian lapangan ini penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen pendaftaran dengan realita di lapangan. Kami ingin memotret potensi asli dari setiap kampung," tambahnya.

Baca Juga: Pembinaan Kreativitas Pemuda Diapresiasi, Ini Kata Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma

Menurutnya, lomba Kampung Resik ini diproyeksikan tidak berhenti hanya sebagai event seremonial tingkat kabupaten. Potensi yang terpeta selama proses penilaian akan diikutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kampung-kampung terbaik nantinya akan dibina menjadi embrio untuk diusulkan dalam ajang penghargaan lingkungan di tingkat Provinsi Jatim,” pungkasnya. 

Editor : M. Ainul Budi
berita lumajang lumajang hari ini Lumajang