KEBONSARI, Radar Semeru - Santri tidak hanya jago mengaji, tetapi juga punya prestasi di bidang olahraga. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawarti saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah (Porsadin) III di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko.
Even yang digelar rutin ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan prestasi, memperkuat karakter, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan ukhuwah Islamiyah.
Bupati Lumajang Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah ini menjelaskan, peran Madrasah Diniyah (Madin) memang sangat penting dalam mencetak generasi benteng zaman yang berakhlak mulia.
"Penting membakar semangat para santri bahwa mereka serbabisa. Lewat Porsadin III, kita tunjukkan santri Lumajang itu sehat jiwanya, kuat raganya, serta kaya bakat. Aqlul salim fi jismi salim," ujarnya.
Menurutnya, kompetisi olahraga yang dilaksanakan diharapkan tidak menggerus esensi ukhuwah Islamiyah. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun nilai sportivitas dan persaudaraan antarsantri harus jadi yang utama.
Baca Juga: Kue Latok Khas Lumajang Ini Mulai Jarang Dijumpai, Pernah Mencicipinya?
"Kalian adalah kebanggaan para kiai dan harapan masa depan Lumajang. Teruslah belajar, berkarya, dan bawa manfaat untuk daerah serta agama," tambahnya.
Melalui kegiatan itu, Pemkab Lumajang optimistis para santri akan tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, cerdas secara spiritual, tangguh secara fisik, dan siap menjawab tantangan di tengah masyarakat.
“Saya tentu sangat mengapresiasi kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Lumajang, panitia, dewan juri, serta seluruh tenaga pendidik yang terus mendampingi proses pembinaan santri,” pungkasnya. (son)
Editor : M. Ainul Budi