TEMPEH, Radar Semeru - Belum tuntas persoalan begal yang meresahkan warga, kini muncul gangguan keamanan baru di jalanan Lumajang. Dalam kurun waktu satu malam pada Rabu (6/5) kemarin.
Aksi pelemparan batu oleh orang tidak dikenal (OTK) menyasar tiga kendaraan sekaligus di lokasi yang berbeda. Tiga kendaraan yang menjadi sasaran empuk tersebut adalah satu unit mobil ambulans, satu unit mobil pribadi, dan sebuah truk.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi rentetan kejadian tersebut. Berdasarkan data kepolisian, aksi pelemparan batu terjadi di tiga kecamatan berbeda.
Baca Juga: DPRD Lumajang: Penjaringan Perangkat Desa Diminta Transparan
Kecamatan Tempeh menyasar mobil ambulans. Kecamatan Sumbersuko menyasar mobil pribadi. Kecamatan Jatiroto menyasar armada truk.
"Modusnya hampir serupa untuk ambulans dan mobil pribadi. Kejadian bermula saat kendaraan tersebut hendak mendahului kendaraan di depannya. Tiba-tiba dari arah berlawanan, ada pengendara motor yang langsung melempar batu ke arah kaca," ungkap Ipda Suprapto.
Saat kejadian ambulans tersebut dalam posisi kosong setelah mengantar pasien. Pengemudi hanya mengalami luka lecet akibat terkena serpihan kaca yang hancur berantakan.
Khusus untuk kejadian di Kecamatan Jatiroto, polisi belum menerima laporan resmi dari korban.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, motif pelemparan terhadap truk diduga berkaitan dengan aksi premanisme atau pemalakan.
Kabarnya, sopir truk sempat dicegat oleh OTK yang meminta uang sebesar Rp 100.000. Lantaran permintaan tersebut tidak dituruti, pelaku yang berang langsung melampiaskan amarahnya dengan melempar batu ke arah truk.
"Informasi yang beredar memang ada motif meminta uang (pemalakan), tapi kami belum bisa memastikan kebenarannya secara detail karena korban tidak melapor ke kami," tambahnya.
Menyikapi teror yang meresahkan pengguna jalan ini, pihak kepolisian kini tengah bergerak cepat. Tim penyidik mulai menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan menggali keterangan dari sejumlah saksi mata.
"Bukti-bukti CCTV dan keterangan saksi sedang dikumpulkan. Kami berharap identitas pelaku segera terungkap agar motif di balik aksi nekat ini bisa dipastikan," pungkasnya. (son/bud)
Editor : M. Ainul Budi