Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wisata Siti Sundari di Lumajang Bakal di Reaktivasi, Begini Konsepnya

Adeapryanis • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:43 WIB
SURVEY: Dinas pariwisata Lumajang bersama pengelola wisata Siti Sundari saat melakukan survey melihat perkembangan destinasi wisata yang sempat terbengkalai.
SURVEY: Dinas pariwisata Lumajang bersama pengelola wisata Siti Sundari saat melakukan survey melihat perkembangan destinasi wisata yang sempat terbengkalai.

RADAR JEMBER - Wisata Siti Sundari yang terletak di Desa Burno, Kecamatan Senduro memang sempat terbengkali.

Namun, kali ini Pemkab Lumajang melakukan reaktivasi dengan konsep wisata yang lebih tertata termasuk membuka jalur baru wisata baru dan tambahan wahana yang menjadi daya tarik pengunjung.

Kabid Destinasi Wisata, Galih Permadi, menjelaskan upaya reaktivasi dilakukan dengan melihat potensi wisata tersebut cukup tinggi.

Lokasi itu disebut bisa menjadi titik rest area bagi pengunjung yang hendak melanjutkan perjalanan ke Puncak B29 atau pun sebalilknya.

Konsep yang ditawarkan untuk proses rekativasi terbilang matang dan tertata dengan baik.

Ada jalur baru yang dibuka untuk menghubungkan wisata Bumi Perkemahan Glagah Arum hingga ke Puncak B29.

Namun saat ini medan yang yang ditempuh masih ala kadarnya dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan off road.

“Memang ada jalur baru untuk menghubungkan beberapa wisata sehingga harapannya nanti Siti Sundari jadi titik rest area setelah pengunjung liburan ke puncak,” ucapnya.

Tak hanya itu, kawasan tersebut akan lebih steril dari lalu lalang kendaraan.

Penataan parkir akan diletakkan di sisi atas, kemudian memasuki pintu masuk Siti Sundari pengunjung akan melewati lapak

Pojok PKK sebagai pusat oleh-oleh, dan sejumlah warung makanan yang sudah disediakan.

Ada juga pentas hiburan yang terpaku di satu titik ditambah wahana lainnya seperti gledekan race dan rencana pembuatan mini zoo.

Sampai saat ini Pemkab Lumajang masih mengumpulkan pengelola yang lama untuk dilakukan penataan ulang, dengan progres perbaikan sejumlah wahana terus dikebut.

“Konsepnya yang jelas berbeda, ada tambahan wahana baru dan jumlah warung tidak sebanyak dulu karena akan ada SOP yang harus dipenuhi oleh pemilik warung. Kita terus berpogres dan melakukan penataan ulang baik dari segi pengelola wisata,” pungkasnya. (dea)

Editor : Adeapryanis
#siti sundari #reaktivasi #wisata lumajang