Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dampak Perubahan Iklim di Lumajang Serangan Hama Meningkat

Adeapryanis • Selasa, 5 Mei 2026 | 05:43 WIB

ATASI: Petani Lumajang saat melakukan penyemprotan serangan hama wereng, kemarin.
ATASI: Petani Lumajang saat melakukan penyemprotan serangan hama wereng, kemarin.

RADAR JEMBER - Pengaruh cuaca ekstrem di Lumajang membuat jumlah hama terus meningkat.

Pemkab Lumajang mulai melakukan penanganan pengendalian hama wereng batang coklat (WBC) melalui Gerakan Pengendalian (GERDAL) untuk menjaga produksi pertanian di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Seperti yang dilaksanakan di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, kemarin. Kelompok petani sekitar mulai melakukan penyemprotan pestisida pada lahan seluas 40 hektare. 


Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Lumajang, Waspodo Budi, menegaskan efektivitas pengendalian sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi dini dan intensitas tindakan di lapangan.

“Pengendalian tidak bisa menunggu serangan meluas upayanya harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya perubahan cuaca mempercepat siklus perkembangan hama, sehingga meningkatkan risiko ledakan populasi WBC dalam waktu singkat.

 Kondisi ini menuntut sistem pengendalian yang dengan keterlibatan aktif petani sebagai garda terdepan untuk menangani persoalan tersebut.

Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur, Iskhak Subagio, menilai model pengendalian ini sebagai langkah tercepat untuk melakukan penanganan dengan penguatan kapasitas sosial petani.

“Pengendalian memang harus rutin dilakukan, termasuk pendampingan dari koordinator tetap diperketat untuk mempercepat penanganan hama,” pungkasnya.

Dengan upaya tersebut, pengendalian hama sebagai bisa dilakukan secara menyeluruh demi menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan sektor pangan tetap terpenuhi untuk menghadapi dinamika perubahan iklim. (dea)

Editor : Adeapryanis
#petani lumajang #Gerdal Hama