RADAR JEMBER - Keamanan pangan di Lumajang kini menjadi atensi serius pemerintah daerah.
Para pelaku usaha pangan diingatkan bahwa aktivitas produksi bukan sekadar urusan memutar roda ekonomi atau mencari keuntungan semata.
Katimja Farmalkes Makanan dan Minuman Dinkes P2KB Lumajang, Sri Lestari, mengatakan, kesadaran akan dampak konsumsi masyarakat harus menjadi pondasi utama setiap produsen.
Menurutnya, keamanan pangan tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan standar administratif di atas kertas.
"Pelaku usaha harus paham, produk yang dihasilkan masuk ke tubuh masyarakat luas. Di situlah ada tanggung jawab kesehatan publik yang melekat erat pada setiap proses produksi," katanya.
Ketelitian dalam hal-hal kecil sering kali menjadi penentu.
Mulai dari kebersihan alat, seleksi kualitas bahan baku, hingga teknik pengolahan.
Sedikit saja keteledoran dalam proses tersebut, dampaknya bisa fatal dan meluas terhadap kesehatan konsumen.
"Keamanan pangan itu bicara soal kepercayaan. Sekali kita lalai, dampaknya bukan cuma pada kesehatan orang lain, tapi juga pada runtuhnya keberlangsungan usaha itu sendiri," tambahnya.
Pengelola Layanan Kesehatan Dinkes P2KB Lumajang, Dewi Anggun, menjelaskan,
edukasi ini merupakan langkah preventif yang paling efektif.
Tujuannya jelas, agar pelaku usaha benar-benar mengimplementasikan prinsip keamanan pangan dalam praktik dapur sehari-hari.
“Edukasi ini penting untuk menekan risiko penyakit akibat makanan. Kami ingin pelaku usaha menjadi bagian dari solusi kesehatan, bukan justru menjadi sumber masalah bagi masyarakat,” pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis