Ketua P3NA Jawa Timur, Ishak Subagyo, menjelaskan serangan hama masih sering terjadi di berbagai kecamatan.
Salah satunya terjadi di Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro.
Kelompok petani mulai melakukan gerdal dengan menyasar titik lokasi paling banyak ditemukan serangan hama.
Tujuannya untuk menekan populasi hama tikus agar tidak merusak tanaman padi hingga sampai proses panen.
Upayanya baik melalui gropyokan, penggunaan emposan dengan belerang, penggunaan umpan dan pembongkaran liang aktif.
“Kemarin kita melakukan gerdal tikus, memang sejauh ini populasinya masih banyak. Jika dibiarkan akan berdampak pada hasil panen,” ucapnya.
Namun, gerdal tikus tidak bisa dilakukan sekali dua kali.
Kegiatan itu harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan karena tikus dapat menyerang tanaman padi dari awal hingga akhir, utamanya menjelang musim tanam dan pada fase generative awal.
“Idealnya dilakukan seminggu sekali, dan harus dilakukan serentak untuk mengurangi potensi timbulan hama,” pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis